Penumpang Gelap, Dibalik Seruan Pembubaran MUI

0
264

TRABAS.CO–DPR RI menduga ada penumpang gelap di balik seruan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan memanfaatkan isu terorisme.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al-habsy kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

“Jelas kita harus berhati hati menyikapi penunggang gelap seperti ini,” kata Anggota DPR Aboe Bakar Al-habsy kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Karena itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengimbau untuk hati-hati menyikapi penumpang gelap tersebut. Ia menduga, mereka akan selalu bekerja mencari cela untuk memuluskan pembubaran MUI. “Jelas kita harus berhati hati menyikapi penunggang gelap seperti ini,” ungkapnya.

Menurutnya, seruan pembubaran MUI bukan satu-satunya solusi untuk memberantas kasus radikalisme, karena salah satu anggotanya terlibat. “Jika ada salah satu anggota MUI yang terpapar paham radikalisme, bukan berarti MUI harus dibubarkan. Ini adalah pemikiran yang kebablasan,” ucap Aboe Bakar Al-Habsy.

Sama halnya jika ada oknum kepolisian yang terpapar seperti Sofyan Tsauri atau Bripda Nesti, lantas berpikir akan membubarkan kepolisian. “Tentu ini sangat tidak tepat, logikanya sesat dan menyesatkan,” tuturnya.

Anak buah Ahmad Syaikhu itu pun menyakini, tidak ada satu pun lembaga negara yang benar-benar bebas dari pengaruh radikalisme. “Saya rasa tidak ada satu institusi pun yang bisa menjamin jajarannya steril dari pengaruh radikalisme,” tandasnya.

Sebelumnya, Twitter regional Indonesia sedang diramaikan oleh tagar #BubarkanMUISarangTeroris. Tagar itu pun menduduki peringkat tiga trending topic, pada Rabu (11/18/2021) malam.

Ramainya desakan bubarkan MUI tersebut terkait penangkapan salah satu pengurus MUI. Yakni Ahmad Zain An Najah atas dugaan keterlibatan dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI). (pso/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here