SMA Negri 2 Metro Kerja Sama Dengan PMI Lakukan Roadshow Donor Darah

0
148

Trabas.co, Metro — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro terus melakukan Roadshow guna mencari para pendonor darah, upaya ini dilakukan guna mencukupi pasokan darah di Kota Metro.

Pada hari ini, Roadshow donor darah PMI Kota Metro bekerjasama dengan SMA Negeri 2 Metro. Acara berlangsung di Aula SMA setempat, Jumat (21/01/22).

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan donor darah pada hari ini, diikuti oleh para guru dan siswa/siswi SMA Negeri 2 Metro.

Silfia Naharani Wahdi selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro menyampaikan, ini adalah Roadshow donor darah yang sekian kalinya. Sasarannya adalah SMA dan SMK.

“Jadi, persyaratan untuk donor darah adalah usia 17 tahun. Karena di usia 17 tahun ini, darah mereka masih bagus-bagusnya. Semoga dengan adanya donor darah ini menjadi spirit dan kebiasaan tersendiri bagi mereka. Dan kedepannya, menjadi continue mendonorkan darahnya,” ujarnya.

Lanjutnya, “Apabila kita mau melakukan donor darah, kita harus dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Apakah ada penyakit menular atau tidak, hipertensi atau tidak, dan khusus untuk yang perempuan tidak pada saat menstruasi. Jadi pada saat melakukan donor darah kondisi tubuh dalam keadaan fit, sehingga darah yang didonorkan bagus,” kata Silfia.

Silfia juga mengajak, kepada masyarakat umum ataupun komunitas agar bisa melakukan donor darah juga. Untuk jadwalnya, nanti bisa diagendakan kapan mereka mau melakukan donor darah.

Selain itu, Silfia menjelaskan, bagi masyarakat Kota Metro atau yang sudah mempunyai BPJS Kesehatan, apalagi sekarang Pemerintah Kota Metro sudah menjadi Universal Health Coverage (UHC) termasuk didalamnya itu ada kegunaan untuk transfusi darah. InsyaAllah masyarakat Kota Metro yang sudah mempunyai BPJS Kesehatan tidak bayar lagi (Gratis).

“Kalo diluar dari itu, contohnya pasien umum dan pas stoknya (Darah) tidak ada, mereka dikenakan biaya untuk mengganti alat senilai Rp.350.000 per kantong darah. Dan disini saya sarankan kepada masyarakat khususnya Kota Metro agar segara ikut BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Silfia berharap, untuk setiap kelurahan khususnya di Kota Metro harus ada Bank Darah, sesuai juga ini merupakan pesan dari Pak wali.

“Jadi, Bank Darah disini yang kita maksud adalah setiap kelurahan mempunyai catatan golongan darah setiap warganya. Sehingga pada saat urgent (Penting) kita tidak kesulitan untuk mendapatkan golongan darah tertentu, yaitu golongan darah AB,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Enie Augus Junaety selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kota Metro menyampaikan, kegiatan hari ini adalah SMA Negeri 2 Metro bekerjasama dengan PMI Kota Metro melakukan kegiatan donor darah.

“Untuk peserta yang mengikuti kegiatan donor darah di SMA Negeri 2 Metro sebanyak kurang lebih 30 orang yang terdiri dari guru dan siswa/siswi. Karena dengan berdonor darah tubuh kita InsyaAllah menjadi sehat, dan bisa memberikan bantuan nyawa kepada orang lain,” ujarnya.

Enie mengatakan, kegiatan donor darah ini juga menjadi salah satu kegiatan rutin Palang Merah Remaja (PMR) di SMA Negeri 2 Metro.

“Disini untuk kegiatan PMR kami sedikit vakum, yaitu di tahun 2019 karena Pademi Covid-19. Setelah saat ini sudah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan kegiatan donor darah ini juga digerakkan oleh Ibu wali,Kami siap untuk mengikutinya, walaupun dalam kurun waktu yang singkat untuk mempersiapkan diri,” katanya.

Enie berharap, untuk para anggota PMR di SMA Negeri 2 Metro agar dapat terus digerakkan dan digalang kegiatan donor darah ini. Bahkan untuk tahun depan dapat meningkatkan para pendonor darahnya,” jelasnya Enie. (Jm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here