Baru Menjabat Beberapa Bulan, Diduga Kades Gedung Mulya Menjual Aset Desa Tanpa Musyawarah

0
149

Trabas.co, Mesuji — Diduga Kepala Desa Gedung Mulya yang baru dilantik beberapa bulan yang lalu, telah menjual aset desa berupa mobil Pickup yang telah di beli oleh pemerintahan desa sebelumnya dengan menggunakan uang Pades, tanpa melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan masyarakat.

Saat Awak Media mempertanyakan terkait keberadaan mobil beberapa minggu lalu, Karno Suko selaku Kepala Desa Gedung Mulya mengatakan, “Mobil tersebut telah di jual dengan alasan hanya karena masyarakat yang meminjam tidak mengisi minyak dan tidak dicuci saat memulangkannya kembali,” terangnya.

“Iya mas, memang benar mobil telah kita jual karena masyarakat bila meminjam tidak mau mengisi minyak dan memulangkannya pun tidak pernah mau mencucinya, kalau uang penjualannya masih utuh kok dan belum di pakai karena akan kita gunakan bila sudah ada peruntukkannya,” ucapnya.

Ketika di singgung terkait persetujuan Masyarakat saat akan menjual Aset Desa tersebut, ia pun menjelaskan bahwasannya tidak tahu, karena tidak pernah di lakukan musyawarah dengan masyarakat hanya disampaikan melalui Group What’s App Aparatur Desa.

“Kalau masalah masyarakat setuju atau tidak setuju saya tidak mengetahuinya, karena saat akan menjual mobil desa tersebut hanya disampaikan melalui Group What’s App Aparatur Desa, dan tidak dilakukan Musyawarah terlebih dahulu dengan Masyarakat,” terang Karno Suko.

Ketua BPD Desa Gedung Mulya Rudi, Selasa (25/01/22) saat di hubungi melalui telepon selulernya, ketika di tanya terkait permasalahan tersebut, ia mengatakan bahwasannya dirinya tidak pernah di ajak musyawarah oleh Kepala Desa tentang rencana penjualan aset desa tersebut dan bahkan dia pun tidak mengetahuinya untuk apa mobil tersebut dijual.

“Saya kurang paham mas, kenapa mobil itu dijual karena saya juga tidak pernah diajak musyawarah selaku BPD di sini dan uang penjualan mobil tersebut mau dialihkan untuk apapun saya enggak tahu. Saya tahunya mobil tersebut dijual dengan alasan karena setiap masyarakat yang meminjam tidak pernah ngisi minyak dan tidak mau mencucinya saat memulangkan, hanya itu saja yang saya tahu selebihnya saya tidak tahu,” jelasnya.

Di tempat terpisah salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Kamis (27/02/22) di Kediamannya mengatakan, sangat menyayangkan tindakan yang telah dilakukan oleh Kepala Desa, dengan menjual Aset Desa tanpa adanya musyawarah dengan masyarakat.

“Kebangetan mas lurahe, wes ngerti kuwi aset deso, ngedol kok yo ra musyawarah disek karo masyarakat, mobil kuwikan wek masyarakat Gedung Mulya, uduk wek dekne dewe, kudune yo di jak rembukan masyarakate. (Kebangetan mas Kadesnya, sudah tahu itu aset Desa, mau menjual kenapa enggak musyawarah dulu dengan warganya, mobil itu punya masyarakat Desa Gedung Mulya bukan milik dia pribadi sudah seharusnya di musyawarahkan dulu),” terangnya.

Ia berharap kepada APH untuk dapat menindak lanjuti terkait permasalahan ini, karena dia sebagai warga tidak terima dengan cara-cara yang telah dilakukan oleh orang nomer satu di Desa tersebut,” pungkasnya. (Jumani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here