Akhirnya Bupati Nanang Perintahkan Usut Tuntas UPK Tanjung Bintang

0
141

Trabas.co, Lampung Selatan — Serapat rapatnya bangkai ditutupi pasti akan tercium juga baunya dan sepandai pandainya Tupai melompat pasti akan jatuh juga, Begitulah kira kira pepatah yang sering terdengar ditengah tengah masyarakat,dalam hal menyembunyikan masalah atau persoalan.

Kebrobrokan dan carut-marut serta kebangkrutan yang dialami Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Tanjung Bintang pada program Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) akhirnya tercium dan menarik simpati, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, Kamis (3/2/22)

Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, sangat begitu menyayangkan kondisi UPK Tanjung Bintang yang tak pernah dibuka akibat bangkrut. Sehingga, UPK Tanjung Bintang tidak dapat berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya Tanjung Bintang

Diketahui, UPK Tanjung Bintang memiliki modal awal sebesar Rp 3,6 Milyar yang diperuntukkan dalam program SPP. Mirisnya lagi, saat ini modal tersebut habis, bahkan sampai-sampai UPK tak mampu menggaji para karyawan karena saldo NOL.
Itu diketahui disaat Nanang melewati kantor UPK Tanjung Bintang yang berlokasi di Desa Serdang menuju ke tempat terselenggaranya acara Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di Desa Budi Lestari, Kecamatan Tanjung Bintang.

Pada kesempatan itu, Nanang mengaku sangat prihatin melihat kondisi Kantor UPK Tanjung Bintang yang tutup dan nampak tak terawat. Oleh sebab itu, ia memerintahkan dan meminta kepada Inspektur Inspektorat Lamsel, Anton Carmana, untuk mengusut tuntas bangkrutnya UPK Tanjung Bintang.

“Saya sedih ketika tadi melihat kantor simpan pinjam itu, UPK Tanjung Bintang itu kok tutup kenapa? Bangkrut ya? Waduh. Tolong Pak Inspektorat, selesaikan itu, karena itu aset dan harus dikembalikan,” Ucap Nanang pada sambutannya di Musrenbangcam Tanjung Bintang, Kamis (3/2).

Pasalnya kata Nanang, apabila dana di UPK dapat dikelola dengan baik dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Tanjung Bintang khususnya di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Saya sedih lihatnya, kok tutup tadi. Padahal, UPK itu, sangat berperan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, membantu UMKM-UMKM yang ada di desa kita untuk menjadi lebih maju kedepannya,” tegasnya. (Timmy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here