Disdikbud Kota Metro Menutup Dua Sekolah Begini Ceritanya

0
272

Trabas.co, Metro — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro menutup aktifitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di dua sekolah. Itu menyusul terpaparnya dua siswa di dua sekolah tingkat SD dan SMP di Bumi Sai Wawai.

Dikonfirmasi Dari pihak awak media Kepala Disdikbud Kota Metro, Suwandi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, penutupan dua sekolah tersebut lantaran adanya siswa yang terpapar Covid-19. Kedua sekolah tersebut diketahui yakni SMPN 7 dan SD Cahaya Bangsa School. Kedua sekolah tersebut akan ditutup selama 14 hari kedepan.

“Sesuai dengan SKB 4 Menteri untuk dua sekolah ini akan ditutup selama 14 hari. Untuk SMPN 7 ditutup sejak kemarin (3 Februari) dan Cahaya Bangsa School sejak 31 Januari,” terangnya, Jumat (4/2/2022).

Menurutnya, meski sekolah ditutup proses pembelajaran tetap dilaksanakan melalui sistem jarak jauh atau daring. Pihaknya juga telah melakukan penyemprotan disinfektan ke 2 sekolah tersebut.

“Untuk sementara kita menghentikan proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Jadi PTM-nya dihentikan. Tapi bukan meliburkan ya, karena kalau libur itu kan tidak ada proses belajar mengajar. Jadi belajar mengajarnya daring atau pembelajaran jarak jauh sesuai dengan SKB 4 Menteri,” ungkapnya.

Tidak hanya melakukan penyemprotan disinfektan, lanjut Suwandi, Satgas Covid-19 juga telah melakukan pelacakan (traching) ke sejumlah siswa lainnya. Utamanya siswa dalam satu kelas tersebut dan yang telah kontak langsung dengan siswa yang terpapar. “Sudah langsung disemprot. Seluruh siswa dan guru juga langsung ditracing. Alhamdulillah tidak ada yang positif, negatif semua,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah menerjunkan tim monitoring atau satuan tugas (Satgas) di dua sekolah tersebut. Satgas Covid-19 dinas maupun sekolah juga telah diterjunkan. “Ada (monitoring). Satgas kita juga turun. Satgas sekolah juga ada,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, drg. Erla Andrianti membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengakui telah melaksanakan tracing ke sejumlah siswa, guru dan keluarga siswa tersebut.

“Iya ada dua sekolah yang ada dua murid ya yang positif. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Silahkan Dinas Pendidikan untuk melakukan langkah dan tindaklanjutinya sesuai dengan SKB 4 Menteri. Sudah kita lakukan tracing juga kepada keluarganya, teman-temannya dan guru-gurunya. Alhamdulillah tidak ada yang positif atau terpapar,” pungkasnya. (Anes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here