KKP Rencana Bangun Tambak Udang Seluas 100 Ha di Lampung

0
460
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni usai menghadiri coffee morning di Golden Dragon, Bandarlampung Selasa (29/3/2022). Foto Febri

TRABAS.CO, BANDARLAMPUNG – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana akan membangun tambak udang seluas 100 hektare (Ha) di Provinsi Lampung.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni usai menghadiri coffee morning di Golden Dragon, Bandarlampung Selasa (29/3/2022).

Liza mengatakan rencana pembangunan tambak udang oleh KKP guna meningkatkan produksi udang di Provinsi Lampung.

“Kita dan team pusat akan mencari lokasinya di daerah pesisir pantai. Tentunya tambak harus tanah milik rakyat dan berada di pesisir yang memiliki kadar air lebih banyak, sesuai program dari pusat kementerian perikanan dan kelautan untuk peningkatan produksi udang se-Lampung yang akan terealisasi tahun 2024, “kata Liza

Meski kita sudah memiliki program Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Purbolinggo yang berada di wilayah Lampung Timur, namun produksi udang harus lebih meningkat lagi guna kebutuhan masyarakat lokal maupun luar.

Sejak BBIS Purbolinggo berdiri pada tahun 1978 dan bekerjasama dengan masyarakat sekitar maupun daerah. Kita telah membentuk kelompok-kelompok budidaya Unit Pembenihan Rakyat (UPR).

“Ini merupakan salah satu instalasi pembenihan air tawar yang saat ini pengelolaannya berada di bawah UPTD Balai Perikanan Budidaya Air Laut dan Payau Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, ” ujar Liza

Kemudian, kita memiliki program-program bantuan setiap tahunnya, memberikan benih ikan ke masyarakat di kabupaten/kota, “tambahnya.

Sementara, Liza menjelaskan bahwa Provinsi Lampung telah memproduksi pakan ikan pertahun sebanyak 200 ribu ton untuk pembudidaya ikan se-Lampung, dengan jumlah produksi pakan ikan cukup banyak, maka harga kompetitif diberikan sebesar Rp.15000 per Kg.

Sejauh ini memang produksi pakan ikan dibantu dengan pabrikan, tetapi sekarang sesuai anjuran pemerintah harus cinta produk dalam negeri.

Meski bahan bakunya untuk perusahaan-perusahaan besar memang kita import seperti kacang kedelai, beni ikan dan minyak ikan sebagian itu yang kita import.

“Namun kedepannya nanti sudah ada program pemerintah untuk menanam kedelai dengan 25.000 hektar, salah satunya juga disini kita kerjasama PT. Central Protainaprima, itu terbesar di Lampung, “jelasnya

Selanjutnya, Liza mengungkapkan program pemerintah revitalisasi tambak, DKP juga membangun Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) yang berada di Mesuji dalam upaya meningkatkan produksi ikan air tawar, selama ini kita mengambil benih ikan tawar dari luar Lampung.

“Jadi kita tidak perlu lagi mengambil benih ikan dari luar. Kita juga nanti butuh pakan ikan, program-program inilah salah satu visi misi Pak Gubernur Lampung untuk menyejahterakan ekonomi khusus nya masyarakat Lampung berjaya, “terangnya

Sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta Produsen pakan ikan untuk mengevaluasi harga pakan ikan dan memanfaatkan bahan baku lokal.

Hal ini sesuai arahan Presiden RI dalam Rakorgub se-Sumatera, mengutamakan produk dalam negeri dan bahan baku lokal untuk mengurangi pengadaan barang impor dan mendorong penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang, ”
kata Arinal ketika membuka acara Coffee Morning dengan produsen pakan ikan dan stakeholder, di Golden Dragon.

Selain itu, Gubernur Arinal juga meminta bagi perusahaan jangan sampai menjual pakan ikan dengan harga tinggi yang tidak menguntungkan petani.

“Nanti saya kumpul lagi dengan para produsen, saya akan minta perusahaan pakan untuk menurunkan harga, “tegas Arinal

Acara coffee morning kita mengundang perusahaan, bagaimana bisa bekerjasama mendapatkan hasil produk pakan kadar protein sama, tetapi harga terjangkau serta pakan dengan kualitas produksi bersaing. (Feb/Bay)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here