Buku “Brimob, Penerus Semangat Proklamator” Diluncurkan

0
858

DEPOK: TRABAS.CO — Hadir satu lagi buku tentang Polri, khususnya pasukan Brimob, memperkaya khasanah kepustakaan tentang Polri. Buku yang diluncurkan oleh Dankornrimob, Komjen Pol. Drs. Anang Revandoko bersama penulisnya, Suryadi, M.Si di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jabar, pekan lalu, itu mengangkat judul “BRIMOB PENERUS SEMANGAT PROKLAMATOR: Sebuah Catatan Perjalanan Kesetiaan, Keberanian, dan Keikhlasan Bhayangkara Korps Brimob Polri”.

Peluncuran buku menandai pengukuhan Pasukan Brimob I, II, dan III yang bermarkas di Aceh, Kaltim dan Papua. Masing-masing dipimpin oleh Brigjen (Bgj) Pol. Drs. Firli Ruspang Samosir, M.Si, Bgj. Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., dan Bgj. Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P.

Terkait tema sentral yang dijadikan judul buku, Dankorbrimob menegaskan, “Kesetiaan, Keberanian, dan Keikhlasan” sesungguhnya adalah nilai-nilai yang dibentukkan oleh para pendahulu Brimob sehingga terbentuklah pasukan pamungkas Polri seperti dewasa ini.

“Setiap insan Brimob harus berani dan setia membela bangsa dan negara bertamengkan keikhlasan,” alumni Akpol 1988B itu mengingatkan.

Pembentukan Pasukan I, II, dan III adalah wujud nyata keikhlasan Brimob hidup di tengah rakyat sebagai pengayom, pelindung, dan pemelihara kamtibmas.

“Maka setiap anggota Brimob adalah abdi Negara yang hidup bertugas dan bertamengkan keikhlasan,” urai Anang.

Dalam acara yang antara lain dihadiri para mantan Dankor dan Wadankor, Kadiv Humas Polri, IJP Prof. Dedy Prasetyo, Karorenminopa Brimob Bgj. Pol. Drs. Rudy Harianto, M.Si dan para Dansatbrimob Polda-polda seTanah Air itu, penulis secara ringkas menyampaikan latar belakang penulisan dan alasan dirinya bersama tim berkenan menulis buku bermateri perjalanan Brimob dari masa ke masa sampai 2022 ketika Korps Brimob naik kelas dari Tipe B ke A.

Selain itu, juga tentang kesetiaan Brimob (ketika masih Mobrig) sebagai Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Presiden RI dan keluarga.

“Buku ini bukan buku ilmiah, tapi mengindahkah kaidah-kaidahnya. Buku serupa ini selalu perlu diisempurnakan dan diperkayaya di kemudian hari,” kata Suryadi yang di masa lalu mengangkat topik “Peran Mobrig Dalam Merebut Kembali Madiun (1948)” untuk skripsi sejarahnya.

Buku tentang Brimob setebal 492 halaman itu diterbitkan oleh Pelita. Tim penulis terdiri atas Suryadi, Helsi Dinafitri, Budi Bugroho, dan Suhardi. Kata sambutan dari Presiden RI ke-5 Megawati Sukarnoputri, Kepala BIN Jenderal Pol (P) Budi Gunawan, Menhan Prabowo, dan Kapolri, Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. (ril/dat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here