Camat Kotaagung Memantau Kegiatan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Tahun 2024 Di Pekon Kota Batu

0
66

Tanggamus, trabas.co – Pemerintah Pekon Kota Batu Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus melaksanakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Tahun 2024.

Dimana Kegiatan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Tahun 2024 ini dilakukan secara nasional di 38 Provinsi, sehingga didapatkan data akurat by name by address yang nantinya sebagai dasar pemberian intervensi program yang semakin terarah dan tepat sasaran.

Pengukuran dan Intervensi serentak sebagai gerakan bersama yang melibatkan semua kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa untuk mencegah lahirnya anak stunting baru.

Sasaran Pengukuran dan Intervensi serentak ini adalah semua calon pengantin, ibu hamil, dan balita yang diharapkan datang ke Posyandu untuk dilakukan pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi dan intervensi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat kotaagung Erlan Deni Saputra, Kepala KUPT Puskesmas Kotaagung, Ketua TP PKK Kecamatan Kotaagung Welita, Kepala Pekon Kota Batu Slamat Riyadi, Sekretaris Pekon Kota Batu Halimi, Ketua TP PKK Pekon Kota Batu Zalina beserta anggota, Bidan Desa Pekon Kota Batu Hasti Karina Nugraha dan kader kesehatan pekon kota batu.

Camat Kotaagung Erlan Deni Saputra menyampaikan, pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting dilakukan sebagai upaya kejar target mempercepat penurunan stunting di bawah 14 persen di tahun ini.

”Dengan upaya ini bisa mencegah stunting baru lebih maksimal dan mendapatkan data yang lebih baik,” ungkapnya.

Hal tersebut disampaikannya saat memantau proses pengukuran intervensi serentak pencegahan stunting, di Posyandu Alamanda Pekon Kota Batu Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus pada Senin (10/06/2024).

“Bulan ini kita harapkan di seluruh Indonesia, seluruh kader posyandu, kader pendamping keluarga dan seluruh jajaran perangkat pekon, kecamatan sampai tingkat kabupaten/kota, provinsi bergerak bersama melakukan kegiatan pengukuran dan penimbangan secara nasional sekaligus mengawasi dan memantau semua berjalan dengan benar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Camat menjelaskan, kunci dalam penanganan stunting adalah kesadaran ibu dalam memantau pemenuhan gizi serta pertumbuhan dan perkembangan anaknya.

“Jadi untuk stunting itu kuncinya kesadaran Ibu. Semua kegiatan ini hanya membantu, tetapi kuncinya di masing-masing ibu. Biar kita bantu bagaimanapun kalau ibunya tidak peduli pada anaknya tidak bisa berhasil,” ucapnya.

Dia juga meminta kepada para ibu agar rutin setiap bulan rutin datang ke posyandu untuk melakukan penimbangan agar anaknya dapat dipantau tumbuh kembangnya. Apabila berat badan anaknya tidak naik atau turun, agar segera konsultasikan ke petugas kesehatan atau kader di posyandu.

“Kalau sudah tahu timbangannya turun segera lapor. Jangan menunggu didatangi (kader posyandu), harus ada kesadaran sendiri dari ibu,” tuturnya.

Erlan juga berpesan kepada petugas kesehatan agar mengecek betul kondisi ibu hamil dan gizi balita. Supaya setiap anak balita mendapatkan gizi yang cukup.

“Pastikan gizi yang diberikan kepada anak tersedia,” ucapnya.

Camat berharap, dengan Pengukuran dan intervensi pencegahan stunting yang dilakukan ini, anak-anak Indonesia menjadi generasi yang berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Mudah-mudahan semua berjalan lancar kita do’akan semua anak-anak itu tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan memiliki budi pekerti luhur,” tutupnya. (Jef/imo/yhs/bdh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here