Dekan Tarbiyah Klarifikasi Dugaan Pungli Soal Fieldtrip Mahasiswa UIN RIL “Itu Tidak Benar”

0
564
Dekan Tarbiyah UIN RIL, Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd.

TRABAS. CO, BANDARLAMPUNG – Terkait munculnya dugaan penyalahgunaan Jabatan pada birokrasi Rektorat Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) soal praktek pungli atau komersialisasi pendidikan dengan modus operasi fieldtrip yang bekerjasama dengan travel PT. Tampia Group dibantahkan oleh Dekan Tarbiyah UIN RIL, Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd.

Nirva mengatakan soal praktek pungli operasi fieldtrip tidak benar. Pihaknya tidak pernah mengambil keuntungan dari pihak travel. Adanya transport atau uang saku, yang artinya travel kegunaannya untuk mahasiswa jadi kembali kepada mahasiswa, selebihnya tidak ada sangkut pautnya pungli terhadap Rektor UIN. Tanyakan saja kepada pihak travel Tambiyah, apakah mereka memberi uang sepeser pun.

“Sebenarnya bukan saja PT. Tampia Group
ada beberapa travel yang masuk. Kami persilahkan rekomedasikan persentasi yang benar, untuk meyakinkan mahasiswa. Karena keputusan tersebut murni dari pilihan mahasiswa, ” kata Nirva kepada media ini saat ditemui di kampus UIN RIL.

Kembali lagi saya menegaskan isu yang beredar tidak benar. Demo kemarin organisasi diluar organisasi kemahasiswaan, bukan mengatasnamakan organisasi Mahasiswa. Namun organisasi diluar kampus atau Alumni. Menyoroti hal tersebut Mahasiswa didalam sendiri merasa tidak ada masalah dan tidak keberatan.

“Mereka happy bisa jalan-jalan, karena kegiatan PKL itu dibutuhkan mahasiswa karena ada nuansa akademiknya. Kalau masalah travel itu mahasiswa yang langsung berbayar ke travel, tidak ada melalui Ketua Program Studi (Prodi), Sekertaris prodi, apalagi dekan. Langsung mahasiswa memutuskan harga dan tujuan dengan travel. Prodi hanya membimbing mahasiswa untuk pelatihan dimana, itu nuansanya keprodian, ” papar dia

Ia menjelaskan untuk menjaga keamanan anak-anak mahasiswa dijalan merupakan tanggung jawab kampus khususnya Prodi. Jika terjadi permasalahan pihak kepolisian pasti menanyakan apa tidak diperiksa travelnya dan mengapa mengizinkan, untuk itu kami mengecek jasa travel tersebut untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Maka kedepannya kami lebih meningkatkan Prosedur Operasi Standar (SOP) dan mensosialisasikan, sebelumnya sudah ada, namun terbatas sosialisasinya. Kami juga tidak memaksa mahasiswa untuk berangkat. Kalau berkenan silahkan berangkat, kalau tidak berkenan juga tidak apa, ” ucapnya

“Kendati, demikian mahasiswa yang tidak berangkat jangan sampai mempengaruhi temannya untuk tidak berangkat semua, ” tambah dia

Lanjut Nirva, untuk menanggapi pencemaran nama baik Wakil Rektor (WR) II berinisial SD yang beredar saya tidak mau mengkutip-kutip berita tersebut, karena Rektorat Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung sedang sibuk-sibuknya menuju go internasional. Akan tetapi kami selalu mendengarkan kritik dan saran mahasiswa.

“Kemarin salah satu perwakilan mahasiswa menyampaikan jika pelaksanaan fieldtrip jangan mendadak karena mereka harus menyiapkan uang saku. Mengenai isu yang beredar ada pemaksaan dari prodi dan instansi terkait laporkan kepada saya jika benar, akan saya sampaikan langsung kepada Rektor, ” tegas dia.

Sementara itu, laporan yang saya terima dari Ketua Jurusan (Kajur) PAUD pelaksanaan fieldtrip kemarin menggunakan Travel Madani Tour. Sedangkan Kajur MPI menggunakan Laskar Wisata. Artinya tidak semua menggunakan travel PT. Tampia Group, ” pungkas dia. (Feb/Bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here