DFSK Mini EV Akan Meluncur Dengan Penuh Kejutan

0
435

Jakarta, Trabas.co – Kali ini DFSK menunjukkan teaser mobil listrik mungil, yang bakal dipamerkan pada ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS 2023). Modelnya kemungkinan besar adalah Mini EV yang sudah diperbaharui sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. “Bentuk mobilnya sih kurang lebih akan sama, namun dengan nama yang berbeda. Itu aja sih clue-nya. Mungkin (peluncuran), ya kita nanti lihat nanti ya.

Sebelumnya, ia juga sempat membocorkan bahwa Mini EV bakal dipasarkan mulai tahun 2023. Ini dikarenakan mobil listrik tersebut sudah mendapatkan banyak masukan dari konsumen yang ada di Indonesia.
“Kami akan mulai memperkenalkan sekaligus memasarkan Mini EV di tahun depan karena kita sudah sering membawanya ke pameran. Kemungkinan di semester awal atau kedua tahun depan sebab saat ini kami masih melakukan riset dari sisi teknisnya,” katanya.

Sisi teknis yang dimaksud adalah pemindahan posisi setir pengemudi dari kiri ke kanan, karena seperti yang kita ketahui kemarin pada ajang IIMS 2023 DFSK memajang unit Mini EV setir kiri. Walaupun terlihat mudah, ada beberapa faktor yang sangat diperhatikan DFSK. Utamanya, terkait handling.

“Namanya bebeda, tampilannya juga akan sedikit berbeda. Kita kan sudah bawa mobil itu satu tahun lebih ya. Tentu, sudah ada masukan-masukan dari market. Nah, masukan-masukan itu yang didapat dari market akan kita masukkan ke dalam kendaraan yang kita jual nanti secara masif di Indonesia,” terangnya.
Diketahui, DFSK Mini EV diperkenalkan pada pameran yang sama tahun lalu. Didesain sebagai mobil perkotaan, dimensi panjangnya 2.995 mm, lebar 1.495 mm dan tinggi 1.640. Desainnya yang boxy terlihat pada desain lampu dan belakangnya.

Dikemas dengan motor listrik permanent magnet, tenaga yang mampu dihasilkan mencapai 33,5 dk dengan torsi maksimum hingga 100 Nm. Akselerasi dari 0 hingga 50 km/jam dapat dicapai dalam waktu 5.1 detik.
Kendaraan ramah lingkungan ini hadir dengan tiga pilihan kapasitas baterai. Pertama, ada tipe E2 yang punya kapasitas baterai sebesar 9,18 kWh. Jarak tempuhnya mencapai 120 kilometer dengan lama waktu pengisian daya empat sampai lima jam.
Pilihan kedua ada E4 dengan kapasitas baterai sebesar 13.8 kWh. Mobil ini bisa menempuh jarak hingga 180 kilometer. Pengisian dayanya memerlukan waktu 5.5 hingga 6.5 jam.
Ketiga ada E4 dengan kapasitas baterai 16,8 kWh. Mobil ini mampu menempuh jarak hingga 220 kilometer. Durasi pengisian dayanya mencapai 7 hingga 7.5 jam.

“Intinya ditunggu saja. Apalagi, pasar mobil listrik juga tumbuh dengan baik. Ini sejalan dengan fokus perusahaan. Tentunya, model dan kebutuhannya pasti sudah disesuaikan dengan pasar yang ada,” tukasnya. Merek asal Tiongkok ini berencana hadir di Hall A dengan luas booth mencapai 500 m2. Selain kejutan yang sudah dipersiapkan, pengunjung pameran bisa juga menemukan DFSK Gelora E yang merupakan satu-satunya kendaraan niaga ringan berbasis listrik di Indonesia.

“Keikutsertaan DFSK di PEVS 2023 senantiasa untuk menunjukan sekaligus mengedukasi kepada masyarakat Indonesia mengenai teknologi kendaraan listrik yang dimiliki oleh kami dalam menunjang aktivitas sehari-hari di Tanah Air. Langkah kami ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, sehingga masyarakat bisa memahami lebih jauh serta mendapatkan kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhannya,” ungkap Rofiqi.

DFSK Mini EV sendiri diperkenalkan pertama kali di Tanah Air dalam ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS). Di negara asalnya China, mobil listrik ini sudah dijual sejak kuartal satu atau awal tahun 2022. Pesaing dari Wuling Air EV ini adalah kendaraan ramah lingkungan yang menyasar penggunaan di perkotaan. PT Sokonindo Automobile (DFSK) selaku distributor siap memasarkan mobil ini di pasar Indonesia.

Mobil listrik yang memiliki nama asli Dongfeng FengGuang ini menawarkan spesifikasi sedikit di bawah Wuling EV. Alhasil, kemungkinan besar harga dari DFSK Mini bakal lebih murah dibanding Wuling EV yang dibanderol Rp238-295 jutaan.

Mobil listrik sendiri masuk ke kategori city car yang bisa menampung empat orang. Jika sesuai rencana, city car Mini EV ini adalah mobil listrik kedua DFSK yang dipasarkan di Indonesia setelah Gelora E.

DFSK Mini EV pun disebut sebagai city car listrik yang menawarkan mobilitas tinggi untuk penggunaan di perkotaan.
Tampilan Mini EV sendiri terkesan lebih kotak dari rivalnya, tetapi memang masih ada kesan atraktif di bagian depan dan model tiga pintunya. Mobil ini dirancang lebih sederhana, tetapi dengan desain kaca belakang dan bagian bumper yang terlihat sporty.

Pada sektor kaki-kaki, mobil listrik ini menggunakan ukuran pelek 12 inci dan dibalut ban khusus EV 145/70. Jadi, tampilan mobil ini pun akan terlihat lebih ideal meski memiliki dimensi kompak. Sementara kabin dari mobil listrik mungil ini tampilannya menyesuaikan bagian eksterior yang imut-imut. Warnanya didominasi kelir cerah putih gading, dengan kombinasi warna abu-abu muda di beberapa bagian.

Sementara unutk spesifikasi Mobil Listrik DFSK Mini EV ini dibekali satu motor listrik penggerak roda belakang berkode TZ144X07A yang mampu menghasilkan tenaga puncak 25 kW atau setara 34 dk dengan torsi maksimal 100 Nm. Untuk varian tertingginya, mobil listrik ini menggunakan baterai Lithium dengan kapasitas 16.8 kWh dengan jarak tempuh maksimal 220 km. Sementara varian di bawahnya berkapasitas 9.18 kWh dengan jarak tempuh 120 km. Waktu yang dibutuhkan untuk pengisian baterai dari 10% ke 90% membutuhkan waktu 7,5 jam. Sementara untuk tansmisinya hanya menggunakan gigi otomatis serta ada pilihan berkendara Eco dan Sport. (Tt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here