Diduga Kelalaian pihak sekolah,satu nyawa melayang pasca keributan Siswa di SMAN 1 Gunung Labuhan

0
249

Way Kanan, Trabas.co- Dunia Pendidikan di Kabupaten Waykanan tercoreng dan di gegerkan dengan keributan Para anak didik nya yg sampai merenggut satu org nyawa. Keributan tersebut terjadi di lingkungan SMAN 1 Gunung Labuhan Kabupaten Waykanan.sekitar pukul 13:00 Rabu 25 Mei 2022.

Menurut salah satu Murid,kejadian gak begitu tau dengan jelas,karena mereka sudah di luar sekolah untuk menunggu mobil jemputan.

“Kalo kejadian yg sebenar nya yg pasti nya kami kurang tau Om,sebab kami sudah keluar jalan kaki mau menunggu mobil jemputan,kami memang dengar ada salah satu murid yg teriak2 yg bernama GL, memang org nya kayak gitu,pas kami baru nyampe depan gang mau menunggu mobil jemputan Heri sudah di bawa org dengan keadaan berdarah semua” Ucap salah satu murid yg enggan di sebutkan nama nya.

Di ketahui dari salah satu pihak keluarga Korban,Korban atas nama Heri Saputra yg duduk di kls 11 IPS di SMAN 1 Gunung Labuhan tersebut,HERI nama panggilan Akrab nya meninggal dunia pada hari itu juga sekitar Pukul 15:30 saat dalam perawatan di RS. H.Kamino, dengan Dua luka Tusuk di bagian Paha,Meninggal nya Korban di duga kehabisan darah.

Menurut info yg di dapat para Pelaku sudah di amankan di Polres Waykanan,sudah diamankan diduga 3 org Pelaku,yg berinisial GL, RM, SJ.semua nya anak didik/Murid SMAN 1 Gunung Labuhan.

Terkait kejadian tersebut pihak sekolah sulit untuk di hubungi,saat awak Media menghubungi Dwi Wahyunanti selaku kepala Sekolah SMAN 1 Gunung Labuhan Via WhatsApp dan Via telpon gak di jawab dan tak pernah diangkat.

Dalam kejadian ini Rahmat salah satu Pihak keluarga walau pahit mencoba untuk menerima kenyataan ini,dan merasa agak lega karena para diduga Pelaku telah di amankan oleh pihak yg berwajib.Dan Pihak keluarga pun sangat mengapresiasi Kinerja pihak-pihak terkait yg telah membantu untuk mencari para Pelaku terutama terhadap jajaran Polsek Gunung Labuhan dan Polres Waykanan serta para tokoh Masyarakat yg ada di Kecamatan Gunung Labuhan.

“Walaupun belum menerima sepenuh nya setidak nya kami sedikit merasa lega karena diduga Pelaku sudah di amankan, dan harapan saya khusus nya untuk penegak hukum dapat menindak nya sesuai hukum dan Undang2 yg berlaku,karena semua nya telah di serahkan kepada APH (Aparat Penegak Hukum)”.ujar Rahmat.

Dan Keluarga Korban pun berharap kepada Instansi terkait agar sekolah tempat Almarhum menimba ilmu di tindak tegas, karena kejadian nya masih di lingkungan sekolah,dan apabila ada upaya pencegahan dari pihak Sekolah tak mungkin hal ini akan terjadi.
(Samidin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here