DPRD Metro Minta Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Jalan Budi Utomo Metro Selatan

0
46

METRO: Trabas. Co. – DPRD meminta pemerintah memperioritaskan pembangunan jalan budi utomo Metro Selatan dan jalan hasanudin diprioritaskan/ sebab dari tahun ke tahun jalan tersebut selalu rusak, entah apa disebabkan kurangnya kwalitas saat memperbaiki ata rutinitas kendaraan bebobot melebih batas yang jadi penyebab.

Hal itu diakui Ria, perwakilan fraksi fraksi di DPRD kota Metro saat memberikan pandangan umum pada rapat paripurna yang digelar diruang sidang Dewan setempat baru baru ini.(23/11/2022)

Menurutnya pemerintah daerah harus memastikan perencanaan dan pengawasan data berjalan dengan baik, agar hasilnya dapat semakin optimal, selain itu diharapkan pelaksanaan seluruh kegiatan pembangunan terutama kegiatan fisik waktunya akan disegerakan paling lambat bulan April 2023.
Kegiatan-kegiatan tersebut sudah mulai pengerjaannya, meski demikian bukan berarti pemerintah daerah lepas tangan dengan urusan yang menjadi kewenangan daerah, akan tetapi tetap harus memperhatikan secara professional, untuk itu Pihaknya perlu mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk terus meningkatkan layanan dan derajat kesehatan masyarakat, terutama untuk penanganan penyakit endemis yang sering muncul di bumi say wawai, seperti DBD, malaria, tuberkolosis dan lain sebagainya.

Walikota dalam tanggapannya mengatakan bahwa untuk penanganan stunting dan percepatan sanitasi aman melalui 5 pilar STBM, hal terpenting adalah penyediaan jaminan kesehatan universal favorit, yang saat ini telah mencapai angka 99,45%.
Selanjutnya untuk penambahan alat kemobilizer rumah sakit ahmad yani dilakukan melalui sistem ksu dengan kewajiban rumah sakit akan menyediakan bahan habis pakai, pelayanan hemodialis yang keempat untuk penanganan stunting ada dua jenis intervensi yaitu, yang bersifat spesifik dan sensitif yang bersifat spesifik di sana dilaksanakan oleh dinas kesehatan melalui beberapa program salah satunya pada remaja putri.
Dengan memberikan bandara dan melakukan pengecekan hemoglobin secara rutin, kemudian ibu hamil, ibu menyusui dan seterusnya, tentu dalam mencegah stunting juga dalam jangka baik kemudian pendekatan spesifik lainnya adalah pemberian makanan tambahan baik bagi balita.
Sedangkan intervensi sensitif dilaksanakan oleh beberapa opd terkait sanitasi penyediaan air bersih, jaminan kesehatan bantuan pangan, edukasi, pemenuhan gizi melalui pemanfaatan halaman pekarangan.

Adapun kelompok sasarannya meliputi remaja calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang kelima untuk penerangan jalan umum kami telah menganggarkan penambahan sebanyak 300 titik.
Dengan rencana lokasi berdasarkan hasil survei di lapangan oleh OPD dan hasil resist dari tahun 2021/ akan dilakukan rehabilitasi dan revitalisasi berupa pemadatan penataan dan penimbunan sampah dan juga akan membuat pusat daur ulang ini di lokasi terkait. (Anes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here