Harlah 36 dan Pagar Nusa Se Kecamatan Natar Bersholawat Menggapai Syafa’at

0
912

Trabas.co — Bersamaan dengan Harlah NU ke 96 dan Harlah Banom NU .PS.NU Pagar Nusa ke 36, pada tanggal 28 Januari 2022 (malam Sabtu) diadakan kegiatan Natar Bersholawat menggapai Syafa’af di Lapangan Tanjung Sari Kec.Natar sejak Baqda Isya hingga jam 0.00 WIB yg di hadiri seluruh Banom MWC.NU Kecamatan Natar serta seluruh seluruh perangkat Desa dan aparat pemerintahan Kecamatan Natar, Polsek dan Koramil dengan tetap menjaga Protokol Kesehatan.

Acara dihadiri sekitar lebih 4.000 warga NU di iringi Hadro Noto Hati dari Ponpes Darul Ma’arif Tegineneng dan dimeriahkan oleh 99 obor serta 100 bendera Panji ukuran besar dari Pagar Nusa.Acara tersebut dimeriahkan juga dengan atraksi Debus dari PAC.Pagar Nusa Kec.Natar hadir dalam Acara Natar bersholawat Rois Idarah Whusto Jatman Lampung Habib Assadulah bersama seluruh jajaran, Pembina PS.NU.Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Prov.Lampung Gus Hendro Diponegoro, Seluruh jajaran PC.Pagar Nusa Lampung Selatan yang dipimpin Gus Rifiq, Hadir juga pimpinan PC.Pagar Nusa Lamtim Gus Badaraudin Acara di pandu Ketua MWC NU Kec.Natar Gus Munir.

Dalam Tausyiahnya Habib Assadullah menjelaskan bahwa shalawat memiliki syafa’at sesuai hadis riwayat Amr ibn Ash :
“Sesungguhnya Amr bin Ash RA mendengar Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang membaca shalawat sekali saja, Allah SWT akan memberi rahmat padanya sebanyak sepuluh kali”

Syekh Abdul Wahhab Asy Sya’roni meriwayatkan bahwa Abul Mawahib Asy Syadzily berkata:
Aku pernah bermimpi bertemu Baginda Nabi Muhammad SAW, aku bertanya “Ada hadis yang menjelaskan sepuluh rahmat Allah diberikan bagi orang yang berkenan membaca shalawat, apakah dengan syarat saat membaca harus dengan hati hadir dan memahami artinya?

Kemudian Nabi menjawab “Bukan, bahkan itu diberikan bagi siapa saja yang membaca shalawat meski tidak faham arti shalawat yang ia baca.”
Allah Ta’ala memerintahkan malaikat untuk selalu memohonkan do’a kebaikan dan memintakan ampun bagi orang tersebut. Terlebih jika ia membaca dengan hati hadir, pasti pahalanya sangat besar, hanya Allah yang mengetahuinya.   Bahkan, ada sebuah keterangan apabila kita berdoa tidak dimulai dengan memuja Allah Ta’ala, tanpa membaca shalawat, kita disebut sebagai orang yang terburu-buru.

Baginda Nabi mendengar ada seseorang yang sedang berdo’a tapi tidak dibuka dengan memuja Allah ta’ala dan tanpa membaca shalawat, Nabi berkata “orang ini terburu-buru”. Kemudian Baginda Nabi mengundang orang itu, lalu ia atau orang lainnya dinasehati “jika diantara kalian berdoa, maka harus diberi pujian kepada Allah SWT, membaca shalawat, lalu berdoalah sesuai dengan apa yang dikehendaki. ”Apalagi jika bertepatan pada hari Jum’at, maka perbanyaklah membaca shalawat di dalamnya.

Sabda Rasulullah SAW “Hari yang paling mulia adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat di hari itu, karena shalawat kalian dihaturkan kepangkuanku”.   Ulama’ sepakat bahwa shalawat pasti diterima, karena dalam rangka memuliakan Rasulullah SAW.
Ada penyair yang berkata:

Bacalah shalawat selalu, sebab shalawat pasti diterima. Adapun amal yang lain mungkin saja diterima dan mungkin ditolak, kecuali shalawat. Shalawat pasti diterima. Supaya doa berhasil dan terkabul maka saat berdoa kita harus dengan adab dan tata cara yang tepat yaitu dimulai dengan memuji Allah SWT dan membaca shalawat. (Alfaqir Gus Hendro Diponegoro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here