Herman HN Mantan Walikota Bandarlampung Diperiksa Penyidik KPK di Mapolresta

0
334
Herman HN Mantan Walikota Bandarlampung usai memenuhi panggilan KPK di Mapolresta. Foto Feb

TRABAS.CO, BANDARLAMPUNG – Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Nasdem Mardiana dalam kasus suap Rektor Non-aktif Unila Karomani. Kini giliran Ketua DPW Nasdem Lampung yang juga Mantan Walikota Bandar Lampung dua periode Herman HN.

Herman penuhi panggilan penyidik KPK di Mapolresta Bandarlampung atas dugaan pemberian suap uang tunai Rp150 juta, untuk menitipkan seorang mahasiswi ke Fakultas Kedokteran, pada Kamis (17/11/2022).

Dari pantauan trabas.co Herman HN tampak keluar dari Gedung Mapolresta Bandar Lampung sekitar pukul 16.40 WIB. Seusai diperiksa sejak pukul 13.00 WIB. Saat dikonfirmasi terkait dugaan kasus suap Rektor Non-aktif Unila Aom Karomani. Herman HN membantah dirinya memberikan uang sebesar Rp150 juta guna meloloskan seorang calon mahasiswa ke Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

“Kedatangannya hanya sebagai saksi guna memberikan keterangan kepada penyidik KPK dalam perkara dugaan suap mahasiswa baru jalur mandiri Unila. Lebih lanjut, saya siap memberikan penjelasan dan keterangan lagi, jika diperlukan oleh KPK.” ucap Herman HN

Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila, terhadap terdakwa Andi Desfiandi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Rabu (16/11/2022).

Saat kuasa Hukum Andi Desfiandi yakni Ahmad Handoko, bertanya ke saksi Wakil Rektor II Unila Asep Sukohar.

Awalnya Ahmad Handoko menanyakan ke saksi Asep Sukohar. Apakah mengetahui adanya Herman HN menitipkan uang Rp150 juta. Lalu Asep menjawab? Saya tidak mengetahuinya.

Seusai persidangan, Ahmad Handoko mengaku, pihaknya sengaja memberikan pertanyaan tersebut, karena berkaitan dengan saksi lainnya seperti Budi Sutomo. Meski demikian, nantinya perkara yang mencatut nama Herman HN itu, bakal dijelaskan oleh Budi Sutomo dalam persidangan selanjutnya.

“Terkait nama Herman HN ini, muncul dalam berita acara pemeriksaan (BAP), ditanyakan karena kami ingin mengetahui fakta sebenarnya. Namun ternyata, ada beberapa pihak yang menitipkan sejumlah uang lewat Budi Sutomo,” kata Ahmad Handoko.

Kemudian juga lewat Asep Sukohar, di dalam BAP Asep ditanya kenal tidak dengan Herman HN. Ternyata ada kaitannya juga di BAP Budi Sutomo. Ia menyatakan Herman HN menitipkan mahasiswa dan menyerahkan uang Rp150 juta tiap mahasiswanya, untuk di Fakultas Kedokteran.

Selain Mardiana dan Herman HN Penyidik KPK juga memeriksa 9 saksi di Mapolresta Bandar Lampung, Rabu (16/11) . (Feb/Bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here