Kasus Vina Cirebon Kembali Mencuat Setelah Penayangan Film Vina: Sebelum 7 Hari Di Bioskop

0
303

Cirebon, trabas.co – Untuk yang belum tahu, ada 3 lokasi kasus Vina Cirebon delapan tahun lalu yang letaknya tidak berjauhan. Digunakan oleh gerombolan geng motor saat mengeksekusi dan membuang jasad korban yakni Vina dan Eky.

Kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina di Cirebon yang terjadi delapan tahun lalu mencuat kembali setelah penayangan film Vina: Sebelum 7 Hari di bioskop.

Kasus ini sempat menggegerkan Cirebon karena tindakan para pelaku yang sangat sadis.

Dikutip dari radarcirebon.com, Jarak antara ketiga lokasi tersebut tidaklah terlalu jauh. Yakni, ada di Jalan Perjuangan depan SMPN 11 Kota Cirebon, Jembatan Talun, dan sebuah lahan kosong Gg Bhakti 1 tepat di seberang SMPN 11 Kota Cirebon.

Jalan Perjuangan, tepatnya di depan SMPN 11, menjadi lokasi di mana para pelaku melakukan pelemparan menggunakan batu saat Vina, Eki, dan teman-temannya melintas menuju Taman Sumber.

Sementara itu, jembatan Tol Talun menjadi tempat di mana Vina dan pacarnya, Rizky alias Eky dipukul hingga terjatuh oleh sekelompok geng motor.

Selain itu, lokasi tersebut juga menjadi tempat kedua korban dibuang dan para pelaku merekayasa seolah-olah kedua korban sebagai korban kecelakaan lalu lintas.

Di lahan kosong Gg Bhakti 1 sebrang SMPN 11, korban Vina dan Eky dieksekusi dengan kejam. Para pelaku juga melakukan pemerkosaan terhadap Vina.

Di tempat itu kini kondisinya sudah banyak tumbuhan tanaman singkong dan ditumbuhi rumput liar. Kondisinya pun masih sepi.

Sementara itu, coretan-coretan di tembok dekat lahan kosong itu masih terlihat jelas sama seperti delapan tahun lalu, meski sudah ditutup menggunakan cat warna cream.

Adapun jarak antara jembatan Tol Talun dengan SMPN 11 Kota Cirebon diperkirakan hanya berjarak 1,2 kilometer dengan estimasi perjalanan sekitar 2-3 menit.

Perlu diketahui, jumlah total pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky, berdasarkan rilis kepolisian adalah 11 orang.

Dari jumlah tersebut, 3 pelaku masih terus diburu oleh pihak berwajib. Ketiganya ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Laporan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat, menyebutkan bahwa 3 pelaku DPO tersebut merupakan warga Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Ketiga pelaku yang masuk DPO itu, diungkapkan kepada publik oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Selasa 14 Mei 2024.

Berikut ini, ciri-ciri pelaku dalam kasus Vina yang masuk dalam DPO Polda Jabar.

1. PEGI alias PERONG
Usia : 22 Tahun (2016) – 30 Tahun (2024)
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat Tinggal Terakhir : Desa Banjarwangunan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon
Ciri-Ciri Khusus : Tinggi 160, Badan Kecil, Rambut Kriting, Kulit Hitam

2. ANDI
Usia : 23 Tahun (2016) – 31 Tahun (2024)
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat Tinggal Terakhir : Desa Banjarwangunan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon
Ciri-Ciri Khusus : Tinggi 165, Badan Kecil, Rambut Lurus, Kulit Hitam

3. DANI
Usia : 20 Tahun (2016) – 28 Tahun (2024)
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat Tinggal Terakhir : Desa Banjarwangunan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon
Ciri-Ciri Khusus : Tinggi 170, Badan Sedang, Rambut Kriting, Kulit Sawo Matang

Dijelaskan Kombes Pol Jules Abraham Abast, pengejaran terhadap 3 pelaku tersebut masih terus dilakukan oleh Kepolisian.

Langkah-langkah penyelidikan untuk mengetahui keberadaan serta menangkap para pelaku masih terus dilakukan.

“Upaya yang kami lakukan masih mencari informasi keterangan terkait dengan status ataupun keberadaan dari tiga orang DPO tersebut,” jelasnya.

”Upaya yang dilakukan, pihaknya menyusuri rumah alamat dari yang bersangkutan maupun mencari jejak sekolah orang tua kerabat dari ketiga DPO dari hasil pemeriksaan penyidikan baik di Polres Cirebon kota di Polda Jabar,” jelasnya.

Kasus Vina Cirebon sempat bikin geger. Selang beberapa tahun kembali menarik perhatian setelah diangkat ke layar lebar oleh rumah produksi Dee Company.

Lewat judul Film Vina: Sebelum 7 Hari, peristiwa tragis yang terjadi pada tahun 2016 itu, kembali mencuat dan jadi perhatian publik.

Pemutaran film bergenre horor itu secara serentak dimulai pada 8 Mei 2024.

Marliayana (33) kakak kandung Vina, saat ditemui mengatakan, lewat penayangan film Vina: Sebelum 7 Hari, pihak keluarga berharap kasus tersebut kembali dibuka.

Menurutnya, belum puas jika 3 pelaku yang masih buron belum ditangkap dan diadili.

“Ya kami (Keluarga) sih berharap dapat menggugah pihak kepolisian untuk membuka kembali kasus yang dialami adik saya ini,” harapnya.

“Dari sebelum ada film ini keluarga juga mempertanyakan soal ketiga pelaku yang masih buron. Dan kami juga berharap Egy (pelaku utama) dan dua pelaku lainnya ditangkap,” katanya.

Marliayana menyebutkan, isi cerita film tersebut 85 persen sesuai dengan peristiwa yang dialami Vina dan Eky.

“Yang saya inget pelakunya cuma si Egy, kalau dua orang lainnya itu saya lupa namanya. Jadi, Eky ini pacarnya Vina, dan Egy suka sama Vina, kemungkinan Egy cemburu lalu merencanakan membunuh Vina dan Eky. Ya si Egy dalam semua kejadian itu,” sebutnya.

Marliayana mengaku, keluarganya didatangi seseorang pria yang meminta agar tidak membuka kembali kasus tersebut.

“Sebelum ada film ini situasinya biasa saja, tapi begitu kisah tragis adik saya ini difilmkan, ada seorang pria mendatangi keluarga kami minta agar kasusnya jangan kembali dibuka,” akunya.

Ditambahkan Dia, Vina merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara pasangan dari Sukaesih dan Wasnadi Otong.

“Sebenarnya nama aslinya si Vina, tapi adik saya minta namanya ditambahin jadi Vina Dewi Arsita. Saat peristiwa terjadi ibu Vina bekerja di Malaysia,” ucapnya.

Perlu diketahui, Polres Cirebon Kota menangkap 8 orang pelaku kasus pemerkosaan, sekaligus kasus penganiayaan dan pembunuhan.

Kedelapan terpidana adalah Rivaldi Aditya Wardana (21), Eko Ramadhani (27), Hadi Saputra (23), Jaya (23), Eka Sandi (24), Sudirman (21), dan Supriyanto (20) yang divonis seumur hidup. Lalu ada Saka Tatal yang masih dibawah umur hanya mendapatkan vonis hukuman 8 tahun penjara 3 bulan penjara.(Jef/imo/yhs/bdh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here