KBSB Matangkan Pembangunan Rumah Gadang

0
337

BANDAR LAMPUNG (TRABAS.CO)—Pengurus Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB) Provinsi Lampung mematangkan rencana pembangunan rumah gadang dalam rapat kerja di Hotel Swissbel Hotel, Telukbetung, Bandarlampung, Sabtu (16/07/2022).

Rapat kerja dibuka Ketua KBSB Provinsi Lampung Afdi Muslim, dihadiri Dewan Pembina, segenap pengurus, utusan jurai, organisasi otonom (ortom) dan KBSB Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Konsep pembangunan rumah gadang disampaikan Ketua Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Litbang Dr Jakvy Hendra. “Nantinya rumah gadang tersebut tidak saja sebagai sekretariat KBSB, melainkan juga akan dijadikan sebagai pusat kegiatan ekonomi, sosial, adat dan budaya serta agama. Karena di samping rumah gadang juga akan dibangun masjid dengan arsitektur bernuansa Minang,” ujarnya.

Pada sesi diskusi, H Dasril, pembina KBSB menyarankan agar Pengurus KBSB mencari lahan yang luasnya minimal 1 ha dan tidak terlalu jauh dari pusat kota Bandarlampung. Lalu dr. H Wirmanm, pembina lainnya mengingatkan agar dalam memilih personel panitia pembangunan harus orang-orang yang berintegritas agar mendapat kepercayaan dari para donatur.

Di tempat yang sama Afdi Muslim menambahkan, pembangunan rumah gadang merupakan cita-cita para warga Lampung asal Sumatera Barat yang belum terwujud sejak KBSB berdiri 1968. Pada kepengurusan masa bakti 2022-2027 ini, pembangunan rumah gadang menjadi program kerja prioritas.

“Kami bertekad agar rumah gadang ini dapat terwujud pada kepengurusan sekarang. Ini menjadi program kerja prioritas karena merupakan harapan dan dambaan bagi warga Lampung asal Sumatera Barat,” kata Afdi Muslim.

Sementara Ketua Dewan Pembina KBSB Lampung Khaidarmansyah mengatakan, pembangunan rumah gadang menjadi tantangan bagi pengurus. Salah satunya, menggali sumber pembiayaan dari semua pihak, agar pembangunannya dapat terwujud.

“Kita menyadari untuk membangun rumah gadang dibutuhkan biaya besar. Namun dengan kebersamaan, Insya Allah bisa kita wujudkan. Basamo mangko manjadi. Manjadda wajadda,” kata Khaidarmansyah yang juga Kepala Bappeda Kota Bandar Lampung itu.

Program kerja lain yang juga disepakati peserta raker adalah pembuatan website KBSB dan pendataan anggota KBSB se-Provinsi Lampung. Diperkirakan 9% dari penduduk Lampung berasal dari Sumatera Barat, keturunannya atau mereka memiliki hubungan kekeluargaan dengan perantau Minang dan keturunannya. (datuk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here