Kecewa, Masyarakat Tulang Bawang Sebut Pj. Bupati Tak Peduli Pembangunan dan Tidak Menghargai Insan Pers

0
124

Tulang Bawang, trabas.co – Sejumlah masyarakat Kabupaten Tulang bawang (Tuba), khususnya masyarakat yang ada di Unit 2, Kecamatan Banjar Agung merasa kecewa atas kepimpinan Pj. Bupati Qudrotul Ikhwan.

Mereka merasa Pj. Bupati tidak peduli dengan progres pembangunan infrastruktur. Sehingga dinilai berjalan lambat, tidak bisa merawat aset – aset peninggalan bupati sebelumnya dan membiarkannya mangkrak. Kemudian, tidak peduli terhadap keberadaan Universitas Megou Pak Tulang Bawang (UMPTB) sehingga ditutup, lambatnya realisasi siltap aparatur kampung, dan lainnya, ” ujar Yono, salah satu masyarakat.

Hal senada disampaikan salah satu tokoh pemuda Unit 2, Budi, ia juga menegaskan bahwa dirinya dan sejawat lainnya menilai, selama menjabat sebagai Pj bupati, banyak hal urgen atau hal penting yang tidak dilaksanakan. Salah satunya adalah Pj dinilai tidak menghormati dan menghargai keberadaan tokoh – tokoh lokal daerah, yang tidak diajak komunikasi dan konsolidasi dalam membangun daerah.

“Saya sebagai salah satu karang taruna, merasa tidak pernah mendengar karang taruna di ajak berdialok ataupun berdiskusi soal progres pembangunan daerah, khususnya bidang pemuda dan kekarang taruna,” ucap Budi dengan wajah begitu kecewa.

Lebih mirisnya, kata Budi selama ini Pj bupati dinilai kurang menghargai keberadaan insan Pers. Menurutnya, selama ini ia tidak mendengar dan melihat Pj bupati mengumpulkan insan pers sebagai bentuk menjalin kemitraan yang lebih baik, ” tambah dia.

Diketahui, Pj. Bupati Tulang bawang Qudrotul Ikhwan dikabarkan akan menyalonkan diri sebagai Bupati dalam pilkada serentak 2024. Namun, masyarakat Tuba menolak pencalonan tersebut dalam Pilkada Tulang Bawang. Karena kami menilai Pj. Bupati tidak layak memimpin Kabupaten Tulang bawang.

“Masih banyak putra – putri daerah yang lebih layak dan mampu menjadi Bupati Tulang Bawang,” lanjut Yono salah satu warga unit 2 yang berkomentar Pj. Bupati tidak peduli pembangunan

Yono mengatakan bahwa masyarakat berharap, Pj bupati diminta jangan mencalonkan diri dalam Pilkada yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang. Masyarakat lebih mendorong agar Pj bupati lebih fokus dan konsentrasi dalam menjalankan tugas dan amanahnya membangun daerah, ” terangnya

Sementara, Budi memberikan pernyataan kalimat terakhirnya, ia memprediksikan bahwa penolakan pencalonan Pj bupati di Pilkada tidak hanya muncul dan menggema serta bersuara di wilayah Unit 2 saja dalam satu kecamatan. Sikap penolakan itu bakal muncul, meluas dan menyebar di 15 Kecamatan Se Kabupaten Tulang Bawang.

Untuk diketahui bersama, Partai Politik (Parpol) telah membuka penjaringan pendaftaran bacalon Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang. Sejumlah Parpol yang buka penjaringan yakni, PDIP, PAN, PKB, Demokrat, PKS dan NasDem.

Sedangkan Partai Gerindra, Golkar dan PKS tidak membuka penjaringan. Dan selama proses penjaringan Pj Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan diketahui belum mendaftarakan diri atau belum mengambil formulir pendaftaran sebagai bacalon Pilkada Tulang Bawang. (Ma/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here