Kepsek SD TMI Bandar Lampung Susah Ditemui, Apakah Alergi Wartawan?

0
96

Bandar Lampung, Trabas.co -Pentingnya seorang Kepala Sekolah memiliki wawasan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni baik dalam hal sifat sikap yang baik sebagai mana layaknya kepala Sekolah yang harus pandai menyesuaikan diri dengan berbagai elemen,termasuk pada tamu yang datang.

Seperti salah satu keprihatinan yang terjadi dimana awak media ingin menemui kepala sekolah SD Tunas Mekar Indonesia (TMI) sangat sulit ditemui, kenyataan itu entah merasa alergi atau memang belum siap menghadapi berbagai elemen masyarakat atau di setiap tamu yang datang.

Faktanya saat awak media trabas.co bertanya kepada security di sekolah tersebut, anehnya ia mengungkapkan dia telah menemui staf sekolah, namun kepala sekolah tidak memperbolehkan media menemui kepala sekolah. Dengan dalih kepala sekolah sedang sibuk.

Lebih parahnya lagi, ketika awak media berada dilokasi tidak di perbolehkan masuk dan disuruh menunggu dipos satpam yang berada didepan gerbang sekolah, pada Selasa (2/8/2022).

Dari pantauan media trabas.co dinas pendidikan dan dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kota Bandarlampung serta Babinsa memasuki sekolah tersebut.

Padahal sebelumnya, maksud dan tujuan kedatangan kami sebagai awak media ingin menanyakan terkait permasalahan Edy Firdiansyah orang tua IG (9) Murid di Sekolah Dasar Tunas Mekar Indonesia (SD TMI) Bandar Lampung, merasa kecewa dengan pihak yayasan serta penanggung jawab di sekolah internasional tersebut atas kejadian menimpa anaknya.

Ia mengatakan bahwa anaknya IG (9) yang duduk di kelas 4, harus dipindahkan karena menjadi korban kekerasan (Bully) oleh BM teman satu kelasnya. Kejadian tersebut terulang sebanyak empat kali.

“Saya sudah melaporkan kejadian ini, namun tidak ada respon dari pihak sekolah SD TMI,” katanya, Senin (01/08/2022).

Lebih parahnya lagi, pihak SD TMI terkesan melakukan pembiaran dan memihak pelaku, Edy memutuskan untuk melaporkan kejadian ini pada dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, agar mendapatkan keadilan serta memberikan tindakan atau sanksi kepada pihak sekolah,” tambahnya.

Edy Firdiansyah ayah korban, merasa kesal karena kurang sigap dan kurang tegasnya pihak sekolah menyikapi hal buruk yang menimpa anaknya.

Menurut Edy, dirinya dan istri tidak pernah diberitahu oleh pihak sekolah ihwal Kekerasan yang berulang pada anaknya, guru kelas dan kepala sekolah justru merahasiakan hal tersebut, hingga pada akhirnya dirinya mengetahui setelah ada pengakuan dari anaknya.

“Kami curiga kenapa anak ini setiap pulang sekolah kok murung, setelah kami paksa akhirnya dia mengakui apa yang dia alami. Setelah itu kami laporkan ke pihak sekolah. Wali Kelas dan Kepala Sekolah sudah mengakui adanya kekerasan yang dilakukan oleh BM (teman IG) saat sedang dalam lingkungan sekolah. Lalu saya meminta agar pihak sekolah dapat memberikan sangsi kepada GM, agar tidak mengulangi kejadian tersebut, akan tetapi pihak sekolah tidak dapat mengabulkan permohonan saya,” katanya. (Feb/Bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here