Korban Baik-baik Saja Terekam di CCTV Kasus Penganiayaan di BKD Lampung

0
263
Kuasa hukum DRZ, Ivin Aydian Firnandez saat memberikan keterangan ke awak media, Kamis (24/8/2023).

TRABAS.CO, BANDARLAMPUNG – Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa FR di BKD Lampung akhirnya terbantahkan oleh kuasa hukum DRZ, Ivin Aydian Firnandez.

Menurut, Ivin penganiayaan yang dilakukan DRZ kepada juniornya di BKD Lampung itu tidak benar. Hal ini terbukti melalui rekaman CCTV. Melalui video rekaman CCTV, korban FR dalam keadaan baik-baik saja pada malam itu.

Korban sempat memesan makanan dengan keadaan sehat dan membayar di McDonald Central Plaza Bandar Lampung sekitar pukul 21:09 WIB pada hari kejadian dugaan penganiayaan.

“Lebih kurang dia berada di sana sekitar satu jam. Jadi, kalau orang pingsan masih sempat begini (sehat). Iya nilai sendiri saja,” ujarnya kuasa hukum DRZ

“Terlapor ke rumah sakit sekitar pukul 23:00 WIB. Dari dia makan McDonald sampai ke rumah sakit dia ngapain? Apakah ada penganiayaan setelahnya. Kita tidak tahu, dia dalam video keadaan sehat, tetapi tidak tahu kejadian apa sebelum dia sampai di rumah sakit,” tambahnya.

Tampak FR sehat-sehat saja saat terekam CCTV memesan makan setelah pulang dari BKD Lampung

Kemudian, lanjut Ivin, dalam penanganan perkara di kepolisian. Korban FR tidak konsisten atas pengakuannya.

Pada keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP) pertama para korban menyebut mengaku kejadian mata tertutup, kemudian dirubah mata terbuka.

Dari keterangan pelapor itu terdapat hal yang aneh karena apa boleh fakta berubah sedemikian rupa dan segampang itu.

“Jadi, apa motif dia memberikan keterangan berubah-ubah. Mata ditutup, tiba-tiba mata terbuka. Dalam hal itu juga kami tidak menampik adanya penganiayaan setelah dia makan di McDonald karena melihat kondisi dia di rumah sakit cukup memprihatinkan,” ujarnya

Ivin mengungkapkan kronologi kejadian sebenarnya bahwa pertemuan itu merupakan kegiatan silaturahmi yang berlangsung di ruang Kabid 1 BKD antara senior dengan junior alumni praja IPDN.

“Pertemuan itu berlangsung pada 8 Agustus 2023 sekitar pukul 16:30 WIB sampai dengan pukul 20:30 WIB,” kata dia.

Dia menegaskan bahwa kejadian penganiayaan tidak ada seperti yang diberitakan sebelumnya di beberapa media sosial dan media massa.

Sebab, pada saat waktu mau shalat magrib para junior angkatan 30 itu diminta untuk pulang. Dan saat itu yang memilih pulang hanya dua orang. Sisanya lebih kurang delapan orang memilih tinggal di kantor BKD Lampung.

“Kemudian itu mereka pulang bersama-sama dari kantor BKD sekitar pukul 20:30 dalam keadaan sehat. Mereka pulang barengan sehat, tidak ada penganiayaan dan sebagainya itu. Pada saat itu mereka hanya diminta push up dan shit up,” bebernya.

Ivin kembali menceritakan, bahwa isu dugaan penganiayaan itu berlangsung pasca shalat magrib atau sekitar pukul 19:00 WIB.

Bahkan, keterangan yang mengaku paman korban beredar di media sosial maupun pemberitaan mengatakan dikeroyok dan sampai pingsan diduga keras bukan keluarga inti korban, pungkasnya. (Bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here