Pasca Dilantik Jadi Gubernur, Arinal Mengalami Masa Yang Sulit, Tak Heran Pembangunan Agak Terlambat

0
307
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat melakukan diskusi kepada seluruh eselon II di Mahan Agung, Senin (17/4/2023).

TRABAS.CO, LAMPUNG – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menyebutkan pasca dirinya dilantik jadi Gubernur. Pemprov memiliki hutang sebesar Rp1,7 Trilliun. Ditambah datangnya pandemi Covid- 19.

Arinal mengatakan tahun itu, tahun yang sulit. Seharusnya kita mempunyai anggaran untuk pembangunan dan lainnya. Tetapi adanya hutang Rp1, 7 triliun. Saya berpikir lebih baik dilunasi, sehingga kedepan tidak ada beban.

“Jadi saya harus berpikir untuk menyelesaikan hutang tersebut. Maka dari itu dari APBD yang ada kami pelan-pelan melunasinya. Dan alhamdulillah sudah selesai, ” kata Arinal saat memberikan keterangan di Mahan Agung kepada awak media, dan juga dihadiri semua kepala eselon II, Senin (17/4/2023).

Selanjutnya, pada tahun berikutnya tiba-tiba Indonesia mengalami dampak penyebaran Covid- 19, khusunya di Provinsi Lampung. Sehingga pemerintah pusat meminta semua daerah untuk mengalihkan anggaran ke penanganan Covid-19.

“Memang masa-masa itu sangat sulit dihadapi Pemprov Lampung. Mengakibatkan pembangunan sempat tertunda, ” kata Arinal

Untuk itu, kita semua harus berpikir jernih kenapa pembangunan di Lampung agak terlambat. Boleh saja kita di kritik masyarakat Lampung. Tetapi masyarakat harus tahu juga apa yang terjadi selama tiga tahun saat saya memimpin.

“Persoalan-persoalan dihadapi begitu luar biasa. Tak heran jika masyarakat banyak mengeluhkan pembangunan. Namun semua itu ujian kita. Setelah musibah berakhir. Pelan-pelan Pemprov Lampung melanjutkan pembangunan dengan anggaran yang sudah ada, ” papar dia

Sementara, Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto menambahkan terkait viralnya pernyataan Bima Yudho Saputro, pemilik akun tiktok Awbimax Reborn “Alasan Kenapa Lampung gak maju-maju”.

” Memang betul, Wakil Bupati Lampung Timur, Azwar Hadi, meneruskan percakapan Pak Gubernur dengan orang tua Bima. Tetapi tidak ada bahasanya bapak mengintimidasi orang tua Bima, ” ungkap Fahrizal dengan singkat sembari meninggalkan ruang rapat di Mahan Agung. (Bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here