Perpusnas RI Gelar Bimtek Di Lampung Diikuti Oleh 48 Pustakawan

0
292

Bandar Lampung, trabas.co – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek), tentang Strategi Pengembangan Perpustakaan-Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP-TIK) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2023 di Swiis Bell Hotel Bandar Lampung, Senin (5/6).

Sebelumnya, Perpusnas juga telah menggelar acara yang sama dibeberapa Provinsi, seperti Sumatera Selatan-Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu dan kali ini gelaran Bimtek Perpusnas dilangsungkan di Provinsi Lampung.

Kegiatan Bimtek tersebut diikuti kurang lebih 48 Pustakawan dari 5 Kabupaten Kota, Yaitu Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Lampung Utara, Pesawaran, dan Tulang Bawang Barat. Peserta Bimtek sendiri akan mengikuti kegiatan selama 4 hari di Swiss Bell Hotel, mulai dari tanggal 5 juni sampai dengan tanggal 8 Juni.

Acara Bimtek itu dibuka oleh, Plt. Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Dra. Ratna Dewi, MM.

Dalam sambutannya Dra. Ratna Dewi, MM., menyebut bahwa, Bimtek Strategi Pengembangan dan TIK ini sangat diperlukan, guna mempersiapkan personil yang memahami Program Inklusi Sosial.

” Bimtek ini sangat diperlukan, diharapkan para peserta mendapatkan pembelajaran dan pengetahuan dalam pelaksanaan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini,” Kata Dra Ratna Dewi mengawali sambutannya.

Menurut Ratna, berdasarkan Undang Undang No. 43 tahun 2007 peran perpustakaan sangat penting didalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

” Dalam peraturan perundang-undangan secara tegas dijelaskan bahwa masyarakat memiliki hak dalam memperoleh layanan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan,” Ujarnya.

” Hal ini juga berlaku untuk masyarakat disabilitas, dengan keterbatasan fisik maupun sosial serta masyarakat yang terisolasi dan terpencil. Pemerintah berkewajiban untuk menggalakkan promosi gemar membaca dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan,” Lanjutnya.

Ratna juga menyampaikan, terwujudnya kegiatan bimtek ini, merupakan implementasi Undang -Undang Nomor 43 tahun 2007 yang tujuannya untuk menyediakan layanan perpustakaan yang sesuai dengan kemajuan tekhnologi informasi dan komunikasi serta kebutuhan masyarakat.

” Dengan bimtek yang melatih personel Aparatur Sipil Negara dan pengelola perpustakaan desa, diharapkan transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial dapat memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kemampuan literasi yang meningkatkan kreativitas masyarakat dan mensejahterakan masyarakat,” Jelas Ratna.

Dengan digalakkannya pemberdayaan perpustakaan ini, Lanjutnya,” Diharapkan dapat memperluas jangkauan perpustakaan dan mendekatkan akses informasi pada masyarakat. Tujuannya untuk memfasilitasi, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan perpustakaan dapat menjadi pusat bagi masyarakat untuk berkegiatan,” Lanjutnya.

” Jadi, ketika perpustakaan menjadi pusat bagi masyarakat dalam berkegiatan, mereka bisa saling mengakses satu dengan yang lain sehingga terjadi proses belajar diantara mereka yang mendorong kesempatan untuk menciptakan inovasi dan kreatifitas yang positif dan produktif untuk kesejahteraan, sehingga perpustakaan diharapkan dapat menjadi lembaga Creatif Centre,” Ucapnya.

Terakhir Ratnya mengucapkan,” Kepada peserta, selamat mengikuti bimtek, semoga harapan dan upaya yang kita lakukan selama ini mendapatkan ridho dan dikabulkan Allah SWT,” Tutupnya.

Sebagai informasi, program TPBIS sudah dijalankan oleh Perpusnas sejak tahun 2018. Melalui program ini, perpustakaan bertransformasi menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk berlatih secara kontekstual, berlatih keterampilan dan berbagi pengalaman.

Selain itu, program TPBIS ini juga merupakan upaya untuk mengurangi kemiskinan masyarakat marginal melalui pendayagunaan perpustakaan umum di daerah di Indonesia. (Tt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here