Selain Sorotan Festival Krakatau Berubah Budaya Topeng, Disparkref Lampung Diduga Minta Satker Ikut Serta

0
447
Foto ilustrasi budaya Topeng

TRABAS.CO, BANDARLAMPUNG – Selain menjadi sorotan terkait budaya topeng perhelatan Festival Krakatau (K-Fest) ke-32 tahun 2023. Kegiatan ini juga dikeluhkan beberapa satker di lingkungan Pemprov Lampung.

“Maaf mas kami satker juga dilibatkan untuk mengirim personil dalam kegiatan budaya topeng ini. Dan lebih parahnya lagi kami diminta untuk membeli perlengkapan sendiri. Baik pakaian maupun topengnya.

” Duit dari mana mas beli perlengkapan itu, pakai uang pribadi, ” kata salah sumber pejabat eselon III saat memberikan komentar kepada media ini, Selasa (4/7/2023).

“Soal berapa personil setiap satker. Saya tidak tahu beberapa yang diutus. Yang saya dengar kurang lebih 30 personil tiap satker, ” tambah dia

Hal senada juga dibenarkan salah satu pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemprov Lampung.

“Iya mas benar kami suruh ikut serta dalam kegiatan budaya topeng. Dan diminta membeli perlengkapannya sendiri, ” singkat dia

Berita sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparkref) Provinsi Lampung menjadi sorotan terkait pelaksanaan Festival Krakatau (K-Fest) ke-32 tahun 2023.

Disparkref meninggalkan sebuah sejarah besar di Indonesia akibat letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883. Lebih parahnya lagi Festival krakatau berubah nama menjadi budaya Topeng.

Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Provinsi Lampung, Adi Susanto sangat menyayangkan pergelaran Fesitval Krakatau (K-Fest) ke-32 yang akan berlangsung di PKOR Way Halim selama dua hari yaitu sejak tanggal 7 Juli hingga 8 Juli 2023 tidak ada sejarah gunung Krakatau.

“Tahun 2023 hanya ada pesta topeng saja. Pesta topeng ini juga menjadi ciri khas nya Lampung. Menurutnya, ide dasarnya bagus, namun apakah pesta topeng itu ciri khas nya Lampung. Apa yang bisa di jual ke wisatawan dengan festival Krakatau tahun ini berubah budaya Topeng,” terangnya.

“Kalau budaya Topeng semua provinsi di seluruh Indonesia, maupun mancanegara juga sudah ada. Seharusnya dinas pariwisata mempunyai ide kreatif mengenai krakatau. Apakah nonton bareng sejarah film gunung Krakatau pada tahun 1883 yang meletus mengakibatkan pulau Sumatera dan jawa terbelah. Ini sejarah, bukan topeng. Saya merasa ini lucu. Saya sangat prihatin Festival krakatau yang sering diadakan tiap tahun sekali berubah menjadi budaya topeng, ” tambah dia

Ia berharap, pesta Krakatau ini harus ada ciri khas nya yang menunjukan bahwa itu hanya ada di Lampung. Sehingga hal ini bisa menarik wisatawan luar provinsi berkunjung.

“Nah ciri khas ini jangan di ganti-ganti. Kalau orang tidak mengunjungi anak Krakatau, maka apa yang harus kita tawarkan,” katanya.

Banyak yang bisa dilakukan dinas pariwisata mengenai Festival krakatau, meski tidak bisa mengunjungi gunung Krakatau bisa diadakan seminar atau budaya sejarah gunung Krakatau. Tahun lalu tour krakatau tetap dilakukan, namun parah wisata hanya dapat melihat dari kapal. Apalagi tour tersebut dihadiri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Menteri Pariwisata.

“Saya yakin perhelatan Festival krakatau tahun ini dipastikan tidak ada pengaruhnya terhadap wisata pada festival tersebut. Paling hanya orang lokal saja yang melihat perhelatan itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sempat mengajak kawan-kawan media berkunjung ke gunung Krakatau, saat memberikan keterangan di Mahan Agung kepada awak media, dan juga dihadiri semua kepala eselon II, Senin (17/4/2023).
Meski ajakan itu belum terlaksana hingga hari ini.

Sementara, Kadis Disparkref Provinsi Lampung, Bobby Irawan meminta media untuk menemuinya di swiss-belhotel.

“Oke, saya sekarang di swiss-belhotel, ” ujarnya. (Bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here