Siswa SDN 01 Gunung Sakti Sempat Pingsan Diduga Dikeroyok Kakak Kelasnya

0
161

Tulang Bawang, Trabas.co – (4-6-2022) Tulang Bawang-Siswa kelas 3 Di salah satu Sekolah Dasar Negri di Menggala menjadi korban penganiayaan senior. Korban R (9) yaitu seorang anak dari salah satu anggota TNI AD itu dipukul berkali-kali oleh kakak kelasnya hingga mendapatkan luka lebam di wajah, perut dan pinggul pada tubuhnya

Peristiwa terjadi tanggal 25 Mei 2022 lalu di dalam Toilet sekolah dasar tersebut, menurut pengakuan korban pelaku pengeroyokan berjumlah 5 sampai 10 orang yang memukul dengan alasan meminta uang jajan milik korban

Karena waktu terjadinya pengeroyokan tersebut korban mengalami pingsan yang membuatnya lupa wajah-wajah pelaku dan hanya mengingat dua (2) dari beberapa pelaku yang melakukan pengeroyokan tersebut

Saat di laporkan ke pihak sekolah oleh wali murid korban Mardalena selaku kepala sekolah langsung melakukan pemanggilan atas dasar laporan pengeroyokan tersebut kepada murid dan wali murid pelaku untuk hadir ke Sekolah yang Ia kepalai itu

Menurut pengakuan pelaku AR (11) dan FHK (11), permasalahan berawal ketika korban dimintai uang jajannya namun tidak mau memberi

“Kami minta uang jajannya tapi gak mau di kasih saat kami gertak dia coba melawan makanya kami keroyok”Akuan pelaku.

Di tempat yang sama namun dengan waktu yang berbeda yakni pada tanggal 27 Mei 2022 dilakukan rapat wali murid dalam rangka pembahasan pengeroyokan tersebut akan tetapi kepala sekolah sedang berhalangan sehingga tidak dapat mengikuti rapat pembahasan tersebut

Ketika di konfirmasikan kepada mardalena ia mengatakan sudah dilakukan pemanggilan dan sudah di adakan rapat dua kali untuk membahas terjadinya pengeroyokan itu

“Ya pak benar hal itu terjadi di sekolah yang saya kepalai, namun sudah saya lakukan pemanggilan dan saya adakan rapat pembahasan mencari jalan keluar atas kejadian tersebut”,ungkap mardalena

Mardalena juga mengatakan bahwa dia sudah memberi teguran sebanyak dua kali kepada murid dan wali murid tersebut

“Saya juga sudah melakukan teguran 2 kali, yang pertama saya lakukan secara lisan dan yang kedua saya berikan surat peringatan dengan hasil tidak naik kelas, sama wali murid pelaku langsung memberikan surat pengunduran diri untuk anak-anaknya yang menjadi pelaku tersebut agar dapat mundur dan tidak belajar di sekolah yang saya kepalai ini, namun saya menahan dengan alasan anak-anak tersebut masih dapat saya bina”,ungkap Mardalena

Banyak pihak yang sangat menyayangkan atas peristiwa yang terjadi di sekolah dasar negeri tersebut karna sudah beberapa kali terjadi seperti tidak ada pengawasan dan pembinaan oleh guru-guru yang bertugas di sekolah itu, bahkan beberapa wali murid mengatakan bahwa hal itu sangat berpengaruh kepada mentalitas yang menyebabkan trauma mendalam kepada anak-anak yang dikatakan masih sangat dini tersebut

(D) wali murid korban juga menyampaikan saya harap dengan kejadian yang di alami oleh anak saya kedepan ini tidak akan terjadi dan terulang lagi

“Anak saya sekarang dalam fase trauma nya karna mengalami penganiayan di bagian perut, muka dan Pinggul. Sehingga mengakibatkan luka memar di Bagian tubuhnya Secara Mental anak saya tidak mau masuk sekolah mungkin karna gangguan trauma yang ia alami, dua kali saya dipertemukan dengan wali murid pelaku dan para dewan guru, saya tidak mendapatkan ucapan permintaan maaf, saya sudah memaafkan dan saya tidak meminta kata itu keluar namun sebagai sesama orang tua harusnya kita sama-sama bisa merasakan apa yang saya rasakan saat ini”ungkap(D)

“Saya harap para guru tetap memberikan pendidikan yang terbaik. Jangan fokus pada satu pendidikan saja. Pendidikan moral juga sangat penting,”tutup(D)

Karena jika hal dibiarkan terjadi tentunya akan mempengaruhi aktivitas fokus belajar-mengajar anak dan dapat merusak mentalitas anak menyebabkan trauma yang merusak masa depan anak. (Samidin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here