Tiba-tiba Komisi V DPRD Lampung Sidak RSUDAM Terkait Pembangunan Gedung Miring

0
304
Rombongan Komisi V DPRD Lampung tiba-tiba melakukan sidak mendadak terkait pembangunan gedung baru RSUDAM. Foto ist

TRABAS.CO, BANDARLAMPUNG – Dua gedung baru di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung diduga terindikasi tidak sesuai spesifikasi, tiba-tiba Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung melakukan sidak.

Padahal, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI mendapatkan temuan terkait kegiatan konstruksi gedung perawatan bedah terpadu dan pembangunan gedung perawatan neurologi RSUDAM dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi yakni sebesar Rp2,92 miliar dan memiliki kekurangan volume sebesar Rp73,38 juta.

Seharusnya, Komisi V DPRD Lampung sidak saat temuan tersebut. Bukan ketika sidak saat pembangunan RSUDAM jadi sorotan masyarakat setelah pemberitaan Media dikarenakan gedung rentan amblas serta miring dengan kualitas lantai yang rawan ambruk.

Saat sidak rombongan Anggota komisi V DPRD Lampung langsung menuju gedung baru yang sedang dalam pembangunan dan mengecek langsung adanya dugaan kejanggalan dalam proses pembangunan.

Dari luar, Pertama terlihat tiang bangunan yang miring dan di lantai dua juga nampak jelas bangunan itu seperti mau amblas.

Dari pantauan trabas.co tidak hanya bangunan yang miring, terlihat corcoran atap lantai keropos.

Ketua komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan mengatakan terkait bangunan yang miring ini berarti pointnya sebelum terjadi apa-apa, Masyarakat peduli dengan kegiatan pembangunan ini.

“Kita perlu orang teknis melakukan uji kekuatan bangunan ini harus kita ukur, inti utama pembangunan kekuatan bangunan dan keindahan nya belum, karena belum selesai,”jelasnya.

Pertama kita lihat tiang bangunan yang miring, pihak ketiga kita akan mintai penjelasan dan keterangan kejadian ini.

“Kita DPRD harus objektif kalau bagus kita katakan bagus, kalau ada kekurangan akan kita perbaiki bersama-sama karena ini menjadi tanggung jawab bersama,”tegasnya.

Sementara, Sekretaris Mikdar Ilyas menyayangkan kelalaian pekerja yang terlibat sehingga tukang tidak bekerja dengan maksimal terjadi hal yang tidak kita inginkan.

“Sebelumnya, masuk masukan ini sangat berharga, karena pembangunan ini uang kita semua, uang rakyat jadi sama sama kita mengawasi ini bagus,”pungkasnya.

Dalam sidak ini dihadiri oleh ketua komisi V Yanuar Irawan, sekretaris Mikdar Ilyas, anggota Deni Ribowo, Fredy Perdian Azis dan Direktur RSUDAM Lukman Pura. (Feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here