“Waduh” Staf Bank Lampung Sebut Skimming Terjadi di BCA dan BRI

0
241
Salah satu staf pegawai Bank Lampung saat memasang stiker peringatan di depan pintu ATM berlokasi di lingkungan Kantor Gubernur Lampung. Foto ist

TRABAS.CO, BANDARLAMPUNG – Pasca ramai-ramai di pemberitaan uang nasabah Bank Lampung hilang tiba-tiba, karena ada dugaan kejahatan Skimming, beberapa lokasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) diduga tidak dapat beroperasi.

Salah satunya, ATM yang berada di lingkungan depan Dinas Kominfotik Provinsi Lampung milik Bank Lampung.

Melalui pantauan Nasabah, dilokasi ATM, tampak staf pegawai Bank Lampung sedang memasang stiker titik lokasi ATM sebagai peringatan tidak bisa digunakan.

Taufik Rohman salah satu wartawan Online, hendak mengecek Saldo, di ATM Bank Lampung di lingkungan Diskominfotik Lampung tidak bisa digunakan.

Begitu juga dengan nasabah Bank Lampung lainnya, Yuverdi saat hendak mengecek saldo juga tidak bisa.

“Tadinya saya mau ngecek saldo di ATM di depan Diskominfotik Lampung, tapi gak bisa, alias digembok,” kata Verdi.

“Saya kecewa,” sambungnya.

Sayangnya, sumber yang tengah memasang stiker titik lokasi ATM Bank Lampung, menyebutkan bahwa ini tidak hanya terjadi di Bank Lampung saja, tapi ada juga di BRI dan BCA.

“Infonya tidak hanya Bank Lampung mas yang begini (Skimming,red), tapi tadi ada yang bilang, BRI sama BCA juga,” tegasnya.

Ia juga mengatakan permohonan maaf ATM Bank Lampung disini sementara belum bisa digunakan, karena masih ada perbaikan, masih maintenance, masih gangguan,” ujar sumber tersebut, Kamis (9/6/2022).

Diketahui, sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar Bank Lampung segera menyelesaikan permasalahan uang nasabah yang hilang tiba-tiba.

Kepala OJK Provinsi Lampung Bambang Hermanto mengatakan, Pihak Bank pada kesempatan pertama telah melaporkan kepada OJK, selaku pengawas bank dan BI selaku otoritas yang terkait sistem pembayaran menggunakan kartu (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu) terkait kejadian skimming kartu ATM yang menyebabkan beberapa nasabah bank mengalami kehilangan dana yang tersimpan dalam tabungan.

“Atas hal ini Bank juga telah menyampaikan release kepada nasabah yang mengalami kejadian serupa, untuk segera melapor kepada bank guna dilakukan penelitian dan pengembalian dana jika memang terbukti menjadi korban skimming kartu ATM,” ungkap Bambang Hermanto, dikonfirmasi, Rabu (8/6/2022).

Menurutnya, Skimming Kartu ATM ini merupakan salah satu tindak kejahatan di bidang perbankan dengan melakukan pencurian data kartu ATM dengan cara menyalin (membaca dan menyimpan) informasi yang terdapat pada strip magnetis secara ilegal (garis lebar hitam yang berada dibagian belakang kartu ATM).

“Card skimming dilakukan menggunakan alat pembaca kartu (card skimmer) yang ditempatkan pada slot kartu mesin ATM,” terangnya.

Bambang juga mengimbau kepada masyarakat supaya tidak menjadi korban skimming kartu ATM, agar melakukan check kepada kartu ATM nya apakah masih menggunakan kartu berbasis teknologi strip magnetis atau sudah diganti dengan kartu berbasis teknologi chips.

“Jika masih strip magnetis agar segera mengajukan penggantian kepada bank yang mengeluarkan ATM utk diganti dengan ATM berbasis Chip agar bisa mengantisipasi risiko menjadi korban skimming,” tegasnya.

Selain itu juga OJK meminta masyarakat agar berhati hati dalam melakukan transaksi melalui ATM dengan melihat kondisi ATM, terlebih jika ATM bukan berada di area kantor bank.

“Serta menjaga kerahasiaan pin dengan menutup dengan tangan atau badan saat menekan angka pin pada ATM serta melakukan penggantian pin secara berkala,” imbaunya.

Bambang Hermanto juga memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah untuk kehilangan uang rekeningnya.

“Terkait hal ini, masyarakat bisa mengakses di web sikapi uangmu untuk mendapatkan informasi mengenai modus kejahatan E-Banking dan tips untuk menghindari,” pungkasnya. (Feb)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here