Waspadai Anemia Pada Remaja Putri, UPTD Puskesmas Bumi Agung Hadir Di SMKN 1 Bumi Agung

0
223

Way Kanan, trabas. co – Di masa-masa jenjang Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dsn Sekolah Menengah Kejurun kebanyakan remaja sedang dalam usia pubertas. Terkadang di masa-masa ini remaja (khususnya remaja putri) rentan mengalami anemia.

Sehubungan dengan hal tersebut UPTD Puskesmas Bumi Agung hadir di SMKN 1 Bumi Agung, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, Lampung untuk memberikan sosialisasi tentang ” Remaja Sehat Bebas Anemia” Senin 12/06/2023.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPTD Puskesmas Bumi Agung Supriyadi dan timnya, Kepala Sekolah SMKN 1 Wawan Saputra dan para guru berikut stapnya, dan para siswi SMKN 1 Bumi Agung.

Supriyadi ketika di temui awak media mengatakan ” Sebelumnya, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu anemia. Anemia adalah suatu kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang mengakibatkan kurangnya asupan oksigen di dalam tubuh.

Ketika anemia, kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah dari standar yang seharusnya. Untuk remaja putri dapat dikatakan anemia apabila Hb < 12 gr/dl. Hemoglobin berfungsi untuk mengikat oksigen dan menghantarkan oksigen ke seluruh sel jaringan tubuh, termasuk otot dan otak untuk melakukan fungsinya, urai Supriyadi.

Lebih lanjut Supriyadi menguraikan bahwa anemia dapat dikenali dengan menyadari ciri-ciri yang muncul. Umumnya gejala anemia berupa 5L, yaitu lemah, lesu, lelah, letih, dan lunglai. Ini bisa terjadi karena kurangnya kadar oksigen di dalam darah. Jadi, apabila merasakan gejala-gejala tersebut atau melihat ciri-ciri yang ada pada teman maka tidak boleh diremehkan begitu saja. Anemia pada remaja putri akan berdampak pada kesehatan dan prestasi di sekolah.

Penyebab umum anemia adalah kekurangan zat besi di dalam tubuh. Tak jarang para remaja putri kurang memerhatikan kandungan zat dan gizi yang ada pada makanan yang dikonsumsinya. Diet yang terkesan asal-asalan tanpa memperhitungkan asupan nutrisi juga bisa menyebabkan tubuh kekurangan zat besi.

Selain itu, anemia pada remaja putri juga dapat disebabkan oleh menstruasi. Menstruasi dapat menyebabkan remaja putri kehilangan banyak darah sehingga mengakibatkan mengalami anemia.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia pada remaja putri. Pertama, remaja putri dapat rutin mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara teratur. TTD bisa dikonsumsi sebanyak 1 butir setiap minggunya. Program suplementasi TTD pada remaja putri dimulai sejak tahun 2014 dan saat ini menjadi salah satu intervensi spesifik dalam upaya penurunan stunting.

Selain mengonsumsi TTD juga bisa mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang di dalamnya mengandung zat besi. Tak lupa juga untuk tetap rajin berolahraga agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik. Agar memastikan tidak mengalami anemia, perlu juga dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk memastikan kadar sel darah merah masih dalam batas normal, Tutup Supriyadi.

Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 1 Bumi Agung Wawan Saputra mengucapkan Terima kasih atas hadirnya Tim Kesehatan dari Puskesmas Bumi Agung, dan semoga sehubungan dengan materi sosialisasi hal-hal seputar anemia tersebut bisa di pahami oleh para siswi agar lebih diwaspadai, khususnya untuk para remaja putri. Yang perlu di garis bawahi bahwa Anemia tidak boleh dianggap remeh karena bisa menimbulkan dampak yang buruk bagi tubuh, yang tentunya juga akan berpengaruh terhadap produktivitas dan prestasi di sekolah, dan itu ketika siswa sudah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut harapannya kedepan tidak akan terjadi anemia pada siswi SMKN 1 Bumi Agung dan pada umumnya.
(Petrus Sumarno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here