Kendalikan Inflasi Pasca Kenaikan BBM, Pemkot Metro Terapkan 4 k

0
71

METRO: Trabas. Co. –Mengendalikan inflasi pasca kenaikan BBM, Pemerintah Kota Metro menerapkan strategi 4 K. Yaitu, Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi yang Efektif.

Dalam menjalankan strategi tersebut, Walikota Metro Wahdi, menekankan untuk tidak melupakan komunikasi yang efektif kepada aparat terlebihnya kepada masyarakat.

Pemkot juga akan membentuk posko pengendalian inflasi daerah (Sekretariat TPID Kota Metro) untuk koordinasi dengan Pertamina mengenai program yang dilaksanakan pemerintah pusat seperti Langit Biru, maupun sosialisasi My Pertamina.

Dalam situasi seperti ini, pemkot juga terus berupaya melakukan penguatan UMKM dengan gerakan MB2 (Metro Bangga Beli). Para UMKM juga dikuatkan dengan dimudahkannya pembuatan perijinan dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Pada tahap berikutnya diharapkan para pelaku usaha di Kota Metro bisa memasarkan produknya hingga ke luar kota bahkan ke manca negara, ucap Wahdi, Selasa (6-9-2022).

Wahdi menyampaikan langkah gerakan hemat energi, Pemkot Metro selalu mengimbau kepada seluruh jajaran baik seluruh ASN, pelaku usaha maupun masyarakat, untuk menghemat energi dengan mematikan lampu, AC dan alat-alat lisrik, bahkan mematikan kran air saat meninggalkan lokasi.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, Heri Wiratno, mengatakan dalam Strategi Ketersediaan Pasokan, langkah pertama yaitu pencanangan Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (Gertapaga) dengan membagikan sekitar 24.300 benih cabai kepada masyarakat.

Kemudian, mengoptimalisasikan Pekarangan Pangan Lestari (P2PL), serta gerakan kegiatan tanam cabai seluas 4,375 ha. Program lainnya berupa, cadangan pangan Pemerintah Kota Metro, serta bekerja sama dengan distributor dan mitra pemerintah (Bulog) sehingga pasokan tetap terjaga dan harga lebih terjangkau.

“Pemerintah Kota Metro telah melakukan budidaya hortikultura seluas 200 ha. Sedangkan untuk penguatan kerja sama antar daerah, Pemkot Metro berkerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta.

“Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan Wali Kota Metro dan Gubernur DKI Jakarta pada 10 Juni 2022. Penguatan kerja sama daerah yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Lampung pada tanggal 30 Agustus sampai 2 September 2022.

Terkait pengembangan varietas padi dan restocking ikan, telah diusahan dengan pertanian terpadu jagung seluas 50 ha, optimalisasi Indeks Pertanaman/Budi daya padi ramah lingkungan seluas 25 ha, dan pengembangan budidaya ikan sistem bioflok 4 paket, jelas Heri Wiratno.

Selain itu, Heri menyinggung pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD, dengan penanganan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). PMK penting menjadi isu karena bisa menyebabkan ancaman ketersediaan stok pangan asal hewan (PAH), sehingga perlu ditangani dan dicegah.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Metro Elmanani, saat memberikan keterangan menjelaskan Strategi Keterjangkauan Harga, pemkot melakukan tiga langkah untuk menjaga harga tetap stabil. Yaitu, pemantauan harga harian bahan pokok pangan strategis, operasi pasar, pasar murah bersubsidi dan penetrasi pasar.

Hasil pemantauan dilaporkan setiap hari ke pemprov dan kementerian. Terkait operasi pasar, Pemerintah Kota Metro mengemasnya dengan kegiatan Pasar Tani Agroceria oleh DKP3 dan Operasi Pasar secara berkala oleh Disda, sementara pasar subsidi murah, dilakukan lewat serta Bazar Jumat dan menjelang hari raya, tahun baru,” ungkap Elmanani.

Sementara terkait kelancaran distribusi, kondisi geografis Kota Metro tidak memberikan kendala dalam pendistribusian logistik. TNI dan Polri yang masuk dalam TPID Kota Metro, juga memberikan dukungan pengamanan. Sedangkan dalam melakukan strategi pasokan, terus diusahan semaksimal mungkin menjaga pasokan untuk pengendalian inflasi.(Anes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here