Politisi Gerindra Tanggamus Hadiri Kegiatan Seni Bela Diri Bandrong Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI Ke-78 di Talang Padang Tanggamus

0
362

 

Tanggamus, trabas.co – Puluhan pesilat dari Perguruan Seni Bela Diri Bandrong Tanggamus memperagakan atraksi debus yang merupakan kebudayaan khas Provinsi Banten dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-78 di Pekon Banjar Sari Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tanggamus, Selasa malam (15/08/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW Perguruan Pencak Silat Bandrong Lampung yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tanggamus Ir. H. Hajin M. Umar, SH, Anggota DPRD Tanggamus dari Fraksi Gerindra Deri Ardiansyah, Mantan Ketua Golkar Tanggamus H. Toni isya, Ketua DPD Perguruan Pencak Silat Bandrong Tanggamus H. Taufik Mustafa, Kepala Pekon Se-Kecamatan Talang Padang, Tokoh Adat dan Masyarakat.

Ketua DPW Perguruan Pencak Silat Bandrong Lampung Ir. H. Hajin M. Umar, SH mengatakan Bandrong merupakan salah satu seni bela diri asli Indonesia khususnya dari daerah Banten, atraksi debus ini merupakan salah satu seninya silat yakni sebagai pertahanan diri dari serangan musuh. Bahkan para pejuang kita dahulu dalam memerdekakan bangsa ini banyak mempunyai ilmu silat dalam menumpas penjajah.

”Peragaan silat dan debus ini selain untuk memeriahkan hari kemerdekaan, tetapi juga untuk melestarikan kebudayaan asli Indonesia yang saat ini keberadaan semakin pudar karena generasi penerus lebih senang ilmu bela diri dari asing,” ungkapnya Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tanggamus tersebut.

”Padahal silat bandrong merupakan ilmu bela diri yang diakui kekuatannya. Bahkan para pejuang dalam masa penjajahan, kerap melatih rakyatnya untuk belajar silat sebagai ilmu ketangkasan dan bela diri,” jelasnya.

“Kami pun mengajak kepada generasi penerus bangsa agar melestarikan budaya asli Indonesia ini jangan sampai dicuri asing, apalagi beberapa negara sudah mulai mengembangkan ilmu silat padahal belajarnya di Indonesia,” tambanya.

Maka dari itu, sudah seharusnya warga bangga dengan kebudayaan Indonesia ini karena sudah diakui oleh mata dunia.

”Di sisi lain, selama ini debus identik dengan ilmu kanuragan dan hitam, namun persepsi itu semua salah karena setiap orang pun bisa menguasainya asalkan berlatih. Sebab setiap manusia memiliki ilmu tenaga dalam yang bisa diolah jika terus dilatih,” tutupnya.

Sementara itu Anggota DPRD Tanggamus Deri Ardiansyah mengatakan bahwa Kegiatan ini sangat bagus untuk melestarikan budaya serta untuk mencari bibit-bibit unggul dalam pentas yang tidak hanya ditampilkan di tingkat Kabupaten, tapi sampai tingkat internasional ke depannya.

“Kita angkat pentas ini supaya menggairahkan, menyebar luaskan, mengembangkan serta melestarikan dari apa yang sudah ada sejak dahulu dan mudah-mudahan tetap lestari ke masa yang akan datang,” ungkap Kader Partai Besutan Prabowo Subianto tersebut.

Deri Ardiansyah pun menghimbau seluruh masyarakat khususnya generasi muda asal Kabupaten Tanggamus untuk terus belajar mencintai nilai-nilai dan peninggalan leluhur, terutama dalam seni budaya silat bandrong ini, sehingga terus diminati oleh generasi selanjutnya.

“Kita harus lestarikan khusus bagi generasi muda untuk mencintai nilai-nilai peninggalan dari leluhur terutama dalam seni budaya silat bandrong ini. Harus kita lestarikan agar diminati oleh generasi-generasi penerus,” tuturnya. (Jef/imo/yhs/bdh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here